Ilutrasi lamar kerja (Freegreatpicture)

Mendapat panggilan kerja tentu sangat menyenangkan. Apalagi jika kamu sudah menyebar puluhan atau mungkin ratusan surat lamaran dari tumpukan iklan lowongan kerja. Namun nggak semua berjalan seperti dibayangkan. Dengan jumlah pencari kerja yang sangat besar dan minimnya lowongan pekerjaan perusahaan banyak pelamar yang akhirnya harus gigit jari. Surat panggilan kerja ternyata berasal dari perusahaan nggak jelas. Lebih parah lagi jika ternyata panggilan wawancara itu berasal dari lowongan kerja palsu. Nah, biar kamu nggak tertipu, berikut adalah 5 tanda lowongan kerja yang kamu lamar itu palsu.

1. Minta biaya

Ilustrasi minta uang (Pixabay)

Perusahaan resmi mana pun nggak akan pernah memungut biaya dari para pelamar. Jika kamu menemukan perusahaan yang mengenakan biaya tertentu demi kelancaran proses rekrutmen, sebaiknya segera tinggalkan, karena dipastikan lowongan itu palsu dan kamu malah kena tipu nantinya.

2. Pakai alamat e-mail gratisan

Ilustrasi email (Pexels)

Biasanya perusahaan punya domain e-mail dari sumber terpercaya, misalnya .com, .co.id, .org, dan domain lainnya. Jika perusahaan tersebut menggunakan domain gratis, seperti @gmail.com, @yahoo.com, dan alamat email dengan embel-embel “@” dan diikuti domain gratisan, itu jadi tanda yang harus kamu waspadai.

3. Calon perusahaan sampai membujuk

Ilustrasi bujuk (Pxhere)

Perusahaan memang mencari kandidat terbaik, namun mereka nggak akan sampai memohon agar kamu mau menerima pekerjaan yang mereka tawarkan. Bagian HRD biasanya sudah punya prosedur dan standar yang tetap. Nah, jika sampai bagian HRD perusahaan itu membujuk kamu untuk bergabung, sebaiknya curiga. Ingat, HRD nggak bakal berbuat konyol demi mendapatkan pegawai.

4. Tawarkan gaji tinggi

Ilustrasi gaji tinggi (Merdeka)

Siapa yang nggak mau dapat gaji tinggi? Namun kalau terlalu tinggi dibandingkan standar yang ada, kamu pantas curiga. Perusahaan resmi sudah punya standar gaji untuk pegawai sesuai posisi dan jabatannya. Mereka nggak akan mau menerima pegawai dengan merusak sistem penggajian yang selama ini berjalan.

5. Lokasi wawancara berbeda

Ilustrasi bingung (Pixabay)

Ini sudah jadi tanda yang jelas terlihat. Perusahaan yang jelas nggak bakal meminta kamu datang wawancara namun memberikan alamat yang berbeda. Memang nggak semua wawancara dilakukan di kantor resmi perusahaan. Ada juga yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk merekrut pegawai. Tapi mereka biasanya akan memberi tahukan pada calon pegawai terlebih dahulu lokasi tes atau wawancara kerja.

Itulah 5 tanda lowongan kerja yang kamu lamar palsu dan menipu. Jangan sampai kamu tertipu ya. (tom)