Tasya Kamila (Instagram)

Mantan penyanyi cilik, Tasya Kamila, baru saja lulus S2 di Columbia University, Amerika Serikat. Ternyata, selain kuliah dan lulus S2, Tasya juga punya sederet prestasi membanggakan, yang membuat harum nama Indonesia di kancah dunia. Apa saja prestasinya?

1. Delegasi ECOSOC

Tasya Kamila (Instagram)

Tasya pernah jadi perwakilan Indonesia dalam Forum Pemuda Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat, pada bulan Februari lalu. Ia dipilih PBB melalui Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) sebagai youth delegates. Hal itu juga lantaran Tasya sendiri yang punya ketertarikan isu soal keterlibatan pemuda dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs)

2. Pembicara di Xchange International Youth Summit 2018

Tasya Kamila (Instagram)

Tasya juga sempat jadi pembicara di acara internasional, yakni Xchange International Youth Summit 2018. Acara itu sendiri merupakan bagian dari Xchange Hamada yang menyelenggarakan konferensi pemuda internasional dalam naungan Yayasan Hamada. Xchange International Youth Summit 2018 juga merupakan audisi program pertukaran pelajar ke Malaysia dan Singapura yang bertujuan sebagai platform kaum muda yang berani melakukan perubahan untuk dunia.

3. Moderator Winter Youth Assembly 2018

Tasya Kamila (Instagram)

Kiprah Tasya di organisasi internasional juga terlihat lewat keikutsertaannya di Winter Youth Assembly 2018. Melalui Instagram-nya, Tasya bilang kalau ia menjadi moderator di salah satu panel bertajuk “Movement Building: Mobilizing Youth for Climate Action”. Sesuai namanya, panel tersebut memang berfokus soal perubahan iklim yang sedang terjadi.

4. Pembicara di Nobel Peace Prize Forum

Tasya Kamila (Instagram)

Bersama rekan-rekannya, Tasya juga pernah jadi pembicara di Nobel Peace Prize Forum. Di sana ia berbicara banyak soal perdamaian dunia dengan berbagai orang, termasuk anak muda dari seluruh dunia.

5. Duta Lingkungan Hidup

Tasya Kamila (Instagram)

Selain aktif di kancah internasional, Tasya juga aktif di dalam negeri sebagai Duta Lingkungan Hidup. Ia pernah ke Sumba untuk melakukan survei dalam proyek pembangunan desa swadaya energi. Proyek ini sendiri ia jalankan bersama teman-temannya dari Columbia University dan menggandeng Yayasan Masster dan KPBB untuk melakukan pendampingan serta memonitor keberlanjutan proyek. Dalam tiap kota yang dikunjungi pun ia selalu menanam pohon.

Itu 5 prestasi yang sudah ditorehkan Tasya selama kuliah di Amerika Serikat. Selamat untuk kelulusannya, dan sukses selalu. (tom)