Mungkin Anda pernah mendengar anggapan orang-orang sekitar bahwa asuransi jiwa bukanlah hal penting. Bahkan, tidak sedikit yang mengatakan asuransi jiwa hanya untuk orang-orang yang punya banyak uang.

Apakah Anda juga beranggapan demikian? Tahukan Anda bahwa keberadaan asuransi jiwa dapat menjadi solusi finansial untuk orang-orang yang ditinggalkan? Apalagi, jika terjadi musibah yang mengakibatkan tulang punggung keluarga tak dapat lagi diandalkan untuk mencari nafkah. Misalnya saja mengalami cacat seumur hidup atau meninggal dunia.

Apabila saat ini Anda belum memiliki polis asuransi jiwa, Anda tidak sendirian. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pertumbuhan total tertanggung atau nasabah sebanyak 53 juta orang pada kuartal I tahun 2019. Angka ini turun 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, 58 juta orang.

Hal ini menunjukkan rendahnya literasi asuransi. Artinya, banyak orang belum memahami pentingnya asuransi jiwa sehingga mereka masih ragu-ragu untuk memiliki polis asuransi ini. Sebagai informasi, hal-hal berikut ini akan membuat Anda setuju bahwa memiliki asuransi jiwa sangat diperlukan.

1. Anda Adalah Tulang Punggung Keluarga

Jika Anda adalah pencari nafkah keluarga, memiliki asuransi jiwa merupakan sebuah keharusan. Coba saja bayangkan apa yang akan terjadi apabila Anda meninggal dunia. Anggota keluarga Anda yang masih hidup tidak hanya akan berduka akibat kehilangan Anda, tetapi juga terkena beban-beban finansial.

Hidup anggota keluarga yang Anda tinggalkan akan dipenuhi kesulitan. Biasanya, kebutuhan mereka setiap bulan terpenuhi berkat peran Anda. Apabila Anda absen, pasangan Anda harus bersusah payah sendirian memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menyekolahkan anak. Masalah akan bertambah runyam kalau Anda masih memiliki pinjaman. Akibat yang paling parah, harta benda bahkan rumah sampai dijual supaya utang terlunasi dan kebutuhan hidup terpenuhi.

Tentunya, Anda tidak menginginkan hal ini terjadi, bukan? Maka dari itu, tidak perlu lagi ragu-ragu memiliki polis asuransi jiwa jika Anda tidak mau kematian Anda membebani hidup keluarga Anda. Perlu Anda ketahui, asuransi jiwa dapat membantu keluarga Anda dari masalah keuangan yang timbul, mulai dari biaya perawatan, biaya pemakaman, hingga utang yang belum terbayar lunas.

2. Tanggungan dari Tempat Kerja Tidaklah Cukup

Mungkin Anda merasa tidak perlu lagi membeli polis asuransi jiwa karena perusahaan tempat Anda bekerja sudah memasukkannya sebagai salah satu tunjangan. Namun, apakah Anda pernah menyadari bahwa hal terburuk bisa saja terjadi suatu saat?

Bisa saja suatu saat nanti perusahaan tempat Anda bekerja mengalami kebangkrutan atau Anda mengalami pemutusan hubungan kerja karena suatu hal. Jika Anda berhenti, dipecat, atau pun diberhentikan, perlindungan asuransi jiwa Anda yang sebelumnya dijamin oleh perusahaan tentu sudah tidak lagi berlaku.

Silakan bertanya kepada para ahli asuransi. Mereka pasti akan merekomendasikan kepada Anda untuk memisahkan asuransi jiwa Anda dari segala pertanggungan yang ditawarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja.

3. Asuransi Jiwa Dapat Menyelamatkan Bisnis Anda

Apakah Anda memiliki bisnis yang telah Anda bangun cukup lama? Jika iya, pastikan Anda dan partner bisnis Anda memiliki asuransi jiwa.

Apabila Anda meninggal, polis asuransi jiwa akan memastikan keselamatan bisnis Anda dari kerugian. Nantinya, partner bisnis Anda dapat menerima manfaat dari polis asuransi jiwa yang Anda miliki untuk membeli bagian bisnis Anda melalui keluarga Anda.

Dari perjanjian ini, keluarga Anda juga bisa mendapatkan kompensasi yang cukup besar. Bisnis pun tetap bertahan tanpa terhimpit beban-beban finansial yang dialami oleh keluarga Anda. Perjanjian jual-beli ini merupakan hal yang cukup umum dilakukan di kalangan mitra bisnis kecil.

4. Bisa Jadi Warisan

Polis asuransi jiwa permanen mengakumulasikan nilai tunai sepanjang umur polis. Kebijakan ini dapat Anda manfaatkan untuk menambah tunjangan pensiun bila investasi Anda yang lain mengalami kegagalan. Memang, kebijakan ini biasanya disertai dengan biaya yang cukup tinggi. Jadi, Anda harus membandingkan biayanya terlebih dulu dengan biaya investasi lainnya.

Meski demikian, uang pertanggungan dari asuransi jiwa bisa dijadikan sebagai warisan. Anda tinggal menyesuaikan berapa besaran uang pertanggungan yang Anda inginkan untuk diwariskan. Misalkan Anda memiliki dua anak dan ingin mewariskan masing-masing Rp100 juta. Artinya, Anda harus mengambil asuransi yang memberikan uang pertanggungan Rp200 juta.

Perlu Anda ingat baik-baik, uang pertanggungan yang besar sama dengan premi yang besar. Semakin besar uang pertanggungan, semakin besar pula premi yang harus Anda bayarkan. Jadi, jangan sampai gegabah untuk di poin ini, ya.

5. Tidak Bekerja Tetap Butuh Asuransi Jiwa

Dalam beberapa keluarga di Indonesia, tugas mencari nafkah dilakukan oleh suami sebagai kepala keluarga. Sementara itu, para istri lebih fokus pada pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, dan mengelola keuangan keluarga.

Pernahkah Anda bayangkan apa yang terjadi bila sang istri meninggal dunia saat anak masih kecil-kecilnya? Sang suami akan dihadapkan pada dua pilihan berat. Pertama, dia lanjut mencari nafkah melalui pekerjaannya dan mencari pengasuh atau penyedia layanan penitipan anak sehingga pengeluaran jadi membengkak. Pilihan kedua, mengambil cuti beberapa tahun untuk mengurus rumah tangga.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya asuransi jiwa untuk semua orang. Apabila sang istri memiliki asuransi jiwa, sang suami akan menerima manfaat asuransi yang memastikan dirinya bisa menyewa tenaga kerja yang diperlukan untuk keperluan rumah tangga. Mengambil pilihan kedua pun bisa saja dilakukan. Bahkan, asuransi jiwa juga dapat menanggung biaya sekolah anak yang ditinggalkan.

Asuransi jiwa adalah kebutuhan, bukan pilihan. Apabila Anda memiliki asuransi jiwa, kematian Anda tidak akan menjadi beban bagi keluarga yang Anda tinggalkan. Mulai dari biaya pemakaman, pelunasan utang, sampai tanggungan biaya sekolah untuk anak-anak Anda hingga jenjang yang tinggi. (jow)