Stress?Kata ini semakin familiar di telinga siapapun. Bahkan anak kecil pun bisa saja stress.

Orang terkadang salah mengartikan bahwa stress sama dengan gila. Eittsss jangan samakan stress dan gila. Secara simple, stress adalah keadaan dimana manusia menghadapi tekanan berlebih sedangkan gila adalah keadaan dimana manusia berhalusinasi berlebihan,menurunnya reaksi emosi, merawat diri secara nyata terlihat ada dibawah standar sejak kemunculan awalnya. Jika begitu, apa saja tanda-tanda stress??Simaklah di bawah ini:

1. Mata Berkedut

Beberapa ahli kesehatan menyakini, mata berkedut (blepharospasm) sebagai akibat seseorang mengalami stres. Jika mengalaminya, pejamkan mata Anda sejenak dengan santai. Lalu dengan mata tertutup berkahayallah anda berada di tempat menyenangkan, damai, sejuk, sehingga membuat hati anda tenang dan anda pun tersenyum. Nikmati waktu istirahat sejenak sehingga anda merasa rileks. Setelah itu, buka mata anda dan cobalah beraktivitas seperti biasa.

2. Sulit Konsentrasi

Tidak dipungkiri lagi, stres bisa membuat seseorang sulit berkonsentrasi. Bahkan, memulai hal kecil seperti memilih menu makan malam. Agar kembali fokus, hentikan sejenak seluruh kegiatan dan buat pikiran anda rileks kembali. Lakukan peregangan pada bagian kaki, agar pikiran lebih cemerlang. Pancaran sinar matahari juga bisa membantu tubuh melepaskan hormon pemicu stres serotonin, sehingga anda bisa lebih moody. Jika perlu lakukan jalan-jalan singkat entah hanya sededar ke toilet saja.

3. Kutikula Kuku Terasa Kasar

Bagi anda yang senang menggigit kuku pada saat gugup, itu merupakan salah satu tanda bahwa anda mengalami stress. Beberapa wanita gemar menggigit kuku guna menghilangkan stres. Alhasil, kebiasaan buruk itu membuat permukaan kuku terlihat kasar. Untuk menghindarinya, cobalah gegam bola elastis dan remaslah saat anda stres.

4. Otot Leher Menegang

Menurut psikolog Elizabeth Lombardo, stres dapat memengaruhi bagian tulang, persendian, hingga otot otot leher bagian belakang menegang. Cara mengatasinya, lakukan latihan relaksasi dengan menarik napas dalam sebanyak lima hingga sepuluh kali. Lalu, fokuskan pikiran merelaksasi bagian leher secara perlahan. Atau, mintalah bantuan pasangan memijat lembut leher anda.

5. Mudah lupa

tanda ini paling sering terjadi. karena stress anda akan dapat dengan mudah melupakan sesuatu yang kecil sampai yang penting seperti menaruh kunci, sudah mengunci pintu atau belum, memerkir kendaraan dimana, dan lainnya.

6. Sakit kepala

Sakit kepala yang dialami secara tiba-tiba bisa memicu migrain yang terkait dengan stres. Todd Schwedt, MD, Direktur Pusat Kesehatan Universitas Washington menyarankan agar tetap mengatur waktu tidur dan jadwal makan untuk meminimalkan pemicunya.

7. Bagian mulut pegal

Rasa sakit di rahang dan gigi yang bergemerutuk yang biasanya terjadi selama tidur bisa diperparah oleh stres. Matthew Messina DDS, penasehat konsumen American Dental Association mengingatkan 70 persen orang yang mengalami gigi gemerutuk selama tidur mengalami stres. Sebaiknya segera konsultasikan pada dokter untuk menghentikannya.

8. Mimpi aneh

Mimpi yang dialami setiap malam biasanya bersifat positif sehingga membuat Anda merasa segar pagi harinya. Rosalind Cartwright, PhD, profesor psikologi di Rush University Medical Center mengungkap saat stres, kita akan lebih sering terbangun dan mengalami mimpi aneh. Kebiasaan tidur yang baik, sekitar 7-8 jam serta menghindari kafein dan alkohol membantu tidur lebih nyenyak.

9. Pendarahan gusi

Menurut analisis ilmuwan Brasil, orang yang mengalami stres berisiko memiliki penyakit periodontal. Peningkatan hormon stres kortisol mengganggu kekebalan tubuh dan memungkinkan bakteri untuk menyerang gusi. Jika bekerja selama berjam-jam, sikatlah gigi lebih sering. â??Untuk melindungi mulut, sebaiknya berolahraga dan tidur lebih banyak agar tingkat stres rendah,â? kata Preston Miller, DDS, mantan presiden American Academy of Periodonti.

10. Jerawat

Stress meningkatkan peradangan yang menimbulkan jerawat, ungkap Gil Yosipovitch, MD, profesor dermatologi klinis di Universitas Wake Forest. Untuk menghilangkan jerawat, gunakan losion asam salisilat untuk membantu pengelupasan kulit atau benzoil peroksida yang membunuh bakteri. Bila obat-obatan tersebut tidak manjur, hubungi dokter.

Ubahlah cara pandang anda dalam setiap kondisi dan rileks lah dalam menghadapi masalah…Keep Fighting!! (gio)