What… Ada Bioskop Terapung di Thailand ?!

What… Ada Bioskop Terapung di Thailand ?!

Oleh -

Asal muasal bioskop bermula pada tahun 1985, sinema pertama kali dipresentasikan oleh Robert Paul. Pada awalnya, Paul memperkenalkan proyektor film. Lalu 5 tahun kemudian, sinema masuk ke Indonesia. Pada tahun 1990-an, sinema ini lebih dikenal dengan fenomena layar tancap. Sesuai dengan perkembangan zaman, layar proyektor ini pun mulai beralih ke dalam bentuk bioskop yang lebih elit. Sampai sekarang, perkembangan sinema yang terbaru adalah teknologi 3D (3 Dimensi).

Mungkin untuk saat ini, bioskop tercanggih yang kita ketahui hanya ada di dalam rumah. Orang – orang kaya dapat dengan mudahnya memiliki bioskop pribadi di rumah. Mereka dapat membeli Home Theater sendiri untuk dipasang di rumahnya. Apalagi dengan maraknya DVD bajakan di zaman sekarang, Anda dapat menikmati film – film baru dengan harga jauh lebih murah daripada jika Anda harus membeli tiket nonton di bioskop.

Namun, sensasi menonton sendiri di rumah dengan menonton di bioskop tentu berbeda. Walaupun dengan Home Theater sekalipun, orang – orang pada umumnya datang ke bioskop tidak semata – mata hanya untuk nonton, tapi juga ingin menikmati pengalaman yang berbeda ketika menonton di bioskop.

Walaupun begitu, selama ini bioskop hanya terpaku untuk berada di dalam ruangan saja (indoor). Pernahkah Anda membayangkan adanya bioskop di luar ruangan (outdoor)? Meski dirasa sulit untuk dipercaya, tapi bioskop outdoor ini dapat direalisasikan di Thailand.Dan yang lebih menakjubkan lagi, bioskop ini dapat terapung di atas laut dengan layar proyeksi super besar yang mengambang diatas air dengan berlatarkan dua batu besar yang menjulang tinggi.

Penasaran siapa arsitek bioskop super keren ini? Arsitek bioskop terapung ini adalah Ole Scheeren, seorang arsitek asal Jerman. Scheeren merancang, membangun, dan menamai bioskop terapung ini dengan sebutan “Archipelago Cinema”.

chinadaily

Scheeren membangun “Archipelago Cinema” ini  dalam rangka festival film baru, “Film on the Rocks Yao Noi”. Bioskop ini didirikan di Nai Pi Lae laguna di pulau Kudu, Thailand. Ia memproyeksikan sebuah layar yang terletak di antara bebatuan yang menjulang tinggi. Layar pun terlihat seperti mengambang di atas air. Penontonnya pun mengambang di atas Laut Andaman.

The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz

Scheeren membangun sebuah auditorium seperti rakit raksasa di atas perairan ini. Bahan auditoriumnya terbuat dari kayu yang biasa digunakan para nelayan lokal untuk membuat rakit penangkap lobster.

The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz

Layar dan tempat duduk bioskop mengapung ini ditopang oleh pilar-pilar yang berdiri di atas air.

The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz

Untuk menonton di tempat ini, para penonton harus menaiki perahu kecil terlebih dahulu. Barulah mereka turun di auditorium mengambang ini. Dan sampailah ke bioskop mengambang yang terdiri dari sofa-sofa super nyaman, diatas sebuah laguna. Auditorium ini terbuat dari kayu yang dibikin mengapung oleh Scheeren.

The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz
The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz

Proyek bioskop terapung ini adalah hasil kerja sama Ole Scheeren bersama dengan “The Association of Film on The Rocks Yao Noi Foundation”.

The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz
The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz

Suasana pemutaran film di malam hari. Para penonton menikmati film yang ditampilkan dengan suasana nyaman dan relaks di atas bioskop terapung ini.

The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz
The Most Unusual Cinema in Thai Island of Yao Noi (9 Photos)
funsterz

Dengan konsep dan desainnya yang modern, bioskop ini menjadi salah satu tempat paling indah di bumi untuk menonton sebuah film. Festival ini bermaksud untuk memberi tahu dunia bahwa sebuah film tidak hanya berisi dialog saja, tapi juga interaksi antara lingkungan, manusia, dan alam. Sayangnya, setelah festival yang berlangsung selama 4 hari ini selesai, bioskop ini harus segera dibongkar.(funsterz/rei)

 

Apa Komentarmu?