Seorang terdakwa teroris terpaksa harus mendekam 5 tahun lebih lama dari hukuman awal di penjara gara-gara tidak memberi tahu kata sandi pada kepolisian Inggris.

Pria tersebut bernama Syed Hussain dan berasal dari Luton, Inggris. Hussain dijebloskan ke dalam penjara karena dituduh ikut mengotaki suatu penyerangan ke basis tentara Inggris pada tahun 2012 lalu.

Dilansir dari Business Insider (15/01/2014), Hussain mendapatkan tambahan hukuman selama 5 tahun karena dia tidak mau memberikan kata sandi USB memory stick yang didapatkan oleh pihak kepolisian di rumahnya pada Desember 2013 lalu.

Karena aksi tutup mulut Hussain tersebut, proses penyidikan menjadi terhambat. Pihak kepolisian menduga kalau di dalam perangkat mungil itu terdapat banyak bukti termasuk penyalahgunaan kartu kredit.

Beberapa saat kemudian, usaha Hussain ternyata sia-sia, karena salah satu agen rahasia Inggris berhasil membuka kata sandi dalam USB tersebut, namun tidak diketahui apa isi dari USB tersebut. (tom)