Butik yang Merakyat di Bandung

Butik yang Merakyat di Bandung

Oleh -

Sedang mencoba baju-baju di factory outlet atau distro? Makan batagor di Burangrang? Nyeruput bajigur di Cilaki? Atau sedang hunting celana jeans di toko tiga dan Cihampelas? Semua itu memang pasti dilakukan oleh siapa saja yang sedang berlibur di Bandung. Tapi tahukah Anda satu tempat di Bandung yang menyediakan koleksi baju vintage dengan harga di bawah Rp 100.000-an?  Bahkan tempat ini sering dikunjungi artis-artis terkenal seperti Aming, Nadine Chandrawinata.

Berlokasi di Jl. Soekarno Hatta, tepatnya di Pasar Induk Gedebage. Sebenarnya tempat ini kalau dilihat sepintas dari pintu masuknya, tidak ada indah-indahnya. Berdebu, sampah menumpuk, kalau hujan baru turun semalam, tanahnya menjadi becek sehingga terkesan jorok. Tapi bila kita masuk lebih dalam sedikit, tampaklah baju-baju berbagai model digantung, celana, jaket, gaun, sepatu, dan tas. Kalau diperhatikan mereka memang tampak lusuh dan baunya juga tidak keruan. Bagi para penggila koleksi vintage fashion, tempat ini bagaikan surga dunia yang tidak akan habis satu hari dijelajahi.

Flea market ini awalnya berlokasi di Jalan Cibadak, lalu pindah ke Tegallega (di depan lapangan), dan akhirnya pedagang-pedagang tersebut, yang kebanyakan orang-orang rantau, hijrah ke Pasar Induk Gedebage. Begitu kita menerobos masuk diantara gantungan dan tumpukan baju-baju lawas itu, bau pengap mulai menyerang. Karena jalanannya yang berdebu, memicu hidung kita terasa gatal (saran saya jangan digaruk karena akan semakin terasa gatal).

Tempat ini terdiri dari beberapa los, layaknya pasar tradisional, hanya saja yang dijual baju bukan ikan atau sayur. Di los-los tersebut, Anda akan menemukan barang-barang yang tidak akan Anda dapatkan di toko-toko atau mall-mall, karena di pasar ini yang dijual khusus barang-barang lawas, jadul, old fashioned, vintage.

Anda mau cari apa? T-Shirt? Dress? Celana? Mau jeans atau kain? Jaket? Jenis jumper, hoodie, dengan atau tanpa retsleting? Tidak hanya koleksi fashionnya yang lengkap, kalau Anda sedang mengidam-idamkan tas gaya tapi harga di toko atau butik sangatlah mahal, maka jangan khawatir, disini Anda dapat memilih mana yang Anda suka. Atau barangkali Anda membutuhkan aksesoris seperti sabuk, atau syal? Semua ada disini.

Mengingat barang-barangnya yang sudah terlampau lawas, dan bekas dipakai orang, maka Anda harus pintar-pintar dalam memilih dan “mencerna” harga yang ditawarkan si pedagang, apakah layak dengan barang yang mau Anda beli atau tidak. Sebagai salah satu yang pernah berkunjung ke sana, berikut ini tips-tips yang mau saya bagi bila Anda tertarik berburu disana :

  1. Tentukan dulu jenis barang apa yang mau Anda beli, dan fokuslah ketika”memburu”nya. Jangan karena terbuai dengan beragamnya barang-barang yang dijual disana, lantas Anda lupa mencari barang target sehingga waktu Anda habis sia-sia. Barulah setelah memperoleh target, Anda boleh cuci mata.
  2. Jangan terpaku pada satu toko saja, karena sebenarnya los-los tersebut menawarkan barang-barang yang hampir sama. Bandingkan harga los satu dengan los lainnya, dua atau tiga los. Jika harga yang ditawarkan semua los sama, maka Anda dapat mulai melakukan tawar-menawar dari harga tersebut. Tapi bila ada satu toko yang menawarkan harga paling murah, maka Anda pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan.
  3. Cara melihat barangpun membutuhkan trik khusus, karena ini akan berpengaruh pada harga. Jika Anda sudah menemukan barang target, jangan menunjukkan wajah kepincut Anda, atau malah mengekspresikannya dengan keras “Nah, ini dia!”. Ambil saja barang tersebut dari tumpukan lalu mulailah lakukan penawaran dengan si pedagang.
  4. Menawar merupakan kunci utama dalam perburuan. Misalnya, jika Anda menemukan T-shirt dalam kondisi yang tidak begitu bagus, artinya ada cacat sedikit seperti lubang kecil, atau ada noda, Anda berhak menawar dengan harga serendah mungkin dari harga yang diberikan si pedagang. Kalau tidak bisa turun, maka satu yang harus Anda lakukan segera, tinggalkan tempat itu dan cari los lain. Biasanya, si pedagang akan memanggil kita untuk “meresmikan” harga. Tapi ada juga beberapa pedagang yang tidak memanggil. Hal ini karena losnya memang menjual barang-barang yang masih bagus, banyak pengunjungnya, atau hanya los dia yang memiliki barang tersebut.
  5. Mengenakan masker sepanjang perjalanan hunting sangat saya anjurkan bila Anda tipe yang sensitif terhadap debu atau bau. Tapi, sebenarnya jarang ada pengunjung yang mengenakan masker.

Demikianlah sekelumit tentang Pasar Gedebage. Yang terpenting adalah kesabaran, keuletan, serta ngotot. Anda harus sangat selektif dalam memilih, mengingat mereka menawarkan barang-barang bekas pakai. Sesampainya di rumah segera rendam dengan air hangat untuk produk fashion, dan cuci sampai bersih.

Nah, lihat sendiri sekarang. Anda tak kalah cantik kok dengan mereka yang membeli baju di butik. Selamat berburu!

pegawai swasta dengan hobi menulis,baca fiksi dan majalah mode, travelling,windowshopping, harry potter, dan the beatles. likes to speak english in british accent!

Apa Komentarmu?