Teluk Guantanamo dikenal sebagai penjara khusus bagi pelaku kejahatan teroris milik militer Amerika Serikat. Namun Terry Holdbrooks, salah satu sipir yang berjaga di sana, justru masuk Islam. Bagaimana kisahnya? Berikut kisahnya, dilansir dari Apakabardunia, Jumat (7/2/2014).

Sebagai seorang penjaga penjara, Terry Holdbrooks memiliki kebiasaan yang unik setiap malam. Jika teman-temannya yang bebas tugas biasanya pergi ke bar setempat dan bermabuk-mabukan, ia justru berbincang dengan narapidana tentang Islam. Dari perbincangannya dengan para napi, Terry justru mendapati bahwa beberapa tahanan justru amat baik, sangat ramah dan murah senyum. Hal ini jelas berbeda dengan anggapan sebelumnya kalau napi yang berada di sana merupakan yang paling buruk dari yang terburuk.

Perbincangan Terry dengan para napi di sana awalnya hanya mengobrol biasa, namun lama-kelamaan obrolannya menjrus ke soal agama. Dari sinilah Terry mulai mengenal agama Islam. Setelah belajar mengenai Islam dan obrolan panjang tiap malam, Terry memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ia meminta Ahmed, salah seorang napi asal Maroko, untuk menulis syahadat di sebuah kertas, transliterasi dan terjemahnya dalam bahasa Inggris. Di sanalah, ia kemudian menjadi seorang Muslim.

Dirinya yang masuk Islam pada tahun 2004 itu kini merubah namanya menjadi Mustafa Abdullah dan meninggalkan Guantanamo tempatnya bekerja dulu karena tak tahan melihat perlakuan di sana. Sebelumnya, dia hidup dikelilingi alkohol, seks bebas, musik hard rock, tato, dan lain sebagainya. Kini hidupnya berubah 180 derajat setelah menemukan hiadayah dalam agama Islam. (tom)