Kandidat Pemenang Aktivis Awards #10

Kenapa Harus Jujur Kalau Bisa Nyontek?


Saya mahasiswa semester 3 jurusan matematika MIPA. Satu motto utama hidup saya yaitu LIfe must Useful.


Apakah kebiasaan menyontek memang sudah mendarah daging oleh kalangan terpelajar di Indonesia? Betul- betul-betul mungkin jawaban Ipin. Maksud saya itu menurut pendapat saya. Saat ini, keadaan pendidikan di Indonesia semakin buruk, bukan hanya kualitas sistemnya saja yang menjadi faktor penyebab tetapi juga para pelakunya termasuk para pelajar atau mahasiswa. Bahkan, akhir-akhir ini UAN tingkat Sekolah Dasar juga telah dicederai oleh insiden Contekan. Tidak perlu saya singgung lagi mungkin untuk tingkat yang lebih atasnya, sudah dipastikan tingkat peminat contekan akan lebih besar.

Zaman dahulu, kata menyontek adalah suatu perbuatan yang sangat buruk, oleh karena itu banyak orang yang berusaha untuk menghindarinya. Namun, sekarang ini keadaan sudah berubah. Bukan berubah ke arah yang lebih baik tetapi sebaliknya. Menyontek berarti menjiplak karya orang lain yang belum tentu orang lain tersebut rela, istilah kerennya harus ada lisensi.

Selain menyakiti hati orang lain, kebiasaan menyontek berarti juga tidak menghargai karya sendiri. Namun, untuk sekarang ini, tujuan menyontek hanyalah dapat nilai yang diinginkan oleh para penyontek. Mendapatkan hasil bagus dalam waktu singkat, itulah paradigma para penyontek. Paradigma salah yang selama turun menurun diwariskan secara runtut. Efek negatifnya, para penyontek cenderung kurang percaya diri dan terkesan bersifat pesimis, karena takut mengambil keputusan. Implementasinya, mereka akan menjadi pribadi yang tak akan pernah maju. Selamanya jalan di tempat dan malas untuk memperbarui masa depan.

Menurut pandangan saya, bukan sepenuhnya para penyontek salah. Beberapa faktor bisa menjadi penyebabnya. Faktor pertama yaitu kesadaran diri, seseorang memutuskan untuk menyontek bila ia tidak sadar bahwa menyontek adalah perbuatan tercela. Hal ini berarti, mereka masih perlu bimbingan dan motivasi akan pentingnya menghargai karya sendiri. Namun, untuk fakta sekarang ini para mahasiswa pun juga banyak yang menyontek dan menurut saya mereka seharusnya paham apa itu menyontek. Mereka tetap melakukan karena, disamping hasil pekerjaannya bagus mereka tidak perlu usaha keras untuk belajar. Sungguh sangat miris melihat fakta tersebut.

Faktor yang kedua yaitu pendidikan agama, dalam agama perbuatan yang melanggar perintah Tuhan sudah pasti akan membuahkan dosa. Apalagi menyontek yang secara terang-terangan berarti mencuri karya orang lain.

Faktor yang ketiga yaitu pendidikan orangtua. Pendidikan dari orangtua merupakan hal yang vital bagi anak-anak. Dari orangtualah kita mampu membentuk basic kepribadian yang kuat, sehingga apabila dari kecil orangtua mendidik anak agar melakukan kejujuran, secara otomatis untuk ke depannya, anak akan terbiasa berbuat jujur.

Faktor lainnya yaitu lingkungan sosial. Teman atau sahabat akan sangat mempengaruhi tingkah laku anak. Bila lingkungan sosial seseorang buruk sulit bagi anak tersebut untuk keluar dari komunitas buruk. Sebagai contoh, akhir-akhir ini, di suatu sekolah negeri di Indonesia, sebelum Ujian Nasional dimulai, diadakan gladi resik nyontek. Bukan hanya melibatkan peserta Ujian Nasional, melainkan para guru yang sebenarnya dapat dijadikan contoh baik bagi anak.

Menyontek sekarang memang telah dianggap hal biasa oleh kalangan intelektual di Indonesia. Walaupun juga masih banyak yang berkarya lewat kejujurann, tetapi proporsinya lebih banyak yang tidak jujur. Pencegahan perbuatan menyontek sebenarnya sudah diupayakan oleh pemerintah. Entah melalui penyisipan kurikulum yang disalurkan lewat PkN atau realisasinya yaitu mengawasi dengan ketat waktu ujian. Sayangnya, sulit mengajak kerjasama antar pelaku pendidikan.

Guru yang sebenarnya mendukung program pemerintah malah mengedepankan egoisme masing-masing demi pujian semata. Begitu tragisnya keadaan bangsa ini, ketika harus menerima kenyataan bahwa para generasi mudanya punya hobi menyontek. Tidak ada lagi yang dapat dibanggakan. Pemberantasan tindak nyonhtek ini bisa dianalogikan seperti pemberantasan korupsi di Indonesia, sangat sulit dihilangkan. Khawatirnya, kebiasaan menyontek ini akan tumbuh dan akhirnya bisa menjadi perilaku lain yang lebih besar mudharatnya.

Misalnya saja, karena menyontek berarti berbohong, ke depannya para penyontek cenderung malas berusaha dan hanya mengandalkan contekan demi meraih cita-cita. Padahal, Indonesia saat ini butuh inovator-inovator bukan para pembajak. Karena dengan menjiplak suatu negara tidak akan maju, begitu juga dengan Indonesia.

Sistem pendidikan di Indonesia berpengaruh pula terhadap kebiasaan menyontek. Dari dahulu sistem pendidikan di Indonesia sama, selalu menonjolkan teori daripada praktek. Guru yang mengajar di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas selalu mengukur kemampuan anak-anak didiknya hanya dengan nilai, tidak ada suatu penghargaan pada anak-anak yang semangat mengikuti pelajaran walaupun ketika ujian nilai mereka kurang mujur. Bukan hanya guru saja, beberapa dosen pun masih bertindak demikian juga.

Mahasiswa hanya dituntut untuk bisa mengerjakan ujian, daripada implementasi teori. Ketika ujian, banyak faktor yang mempengaruhi nilai tiap anak atau pun mahasiswa. Bisa saja mahasiswa pintar nilainya jelek karena pas mengerjakan kondisi tubuh tidak fit. Keadaan lainnya, dalam suatu ujian kemungkinan terjadi kecurangan sangat besar, termasuk menyontek buku catatan, teman atau mungkin peserta ujian telah mengetahui soal sebelumnya. Menurut pengalaman pribadi saya selama 7 tahun, dari SMP hingga Kuliah semester II, kemungkinan buruk tersebut sering terjadi.

Guru atau pun dosen mayoritas hanya melihat hasil akhir tersebut tanpa melihat proses. Sedangkan paradigma saya bertolak belakang, bahwa proses itu lebih penting daripada hasil. Proses adalah hal unik dalam mencapai suatu nilai. Proses yang baik belum tentu menghasilkan nilai yang baik, tetapi sudah pasti menghasilkan kepuasan hati dan pengalaman menarik. Sebaliknya nilai yang baik akan sangat berarti bila diiringi proses yang baik, sedangkankan proses yang buruk hasilnya belum pasti memuaskan.

Indonesia telah mentargetkan akan mengalami kemajuan pada sektor pendidikan, tetapi masalah sepele seperti mencontek saja sampai sekarang belum kelar. Menurut saya, lebih baik para murid diberi pendidikan budi pekerti yang banyak sejak dini. Pelajaran budi pekerti memang sepele tapi sulit untuk diajarkan dan diterapkan.

Diperlukan tenaga pengajar yang tentunya memenuhi kriteria berbudi pekerti luhur. Saya menyadari juga pemerintah tidak akan mampu memberantas menyontek dengan sendiri, diperlukan dukungan oleh banyak pihak, termasuk mahasiswa-mahasiswa di Indonesia. Jangan malah mahasiswa yang diklaim punya strata tertinggi di dunia pelajar ikut-ikutan menjadi sampah pendidikan dan beban bagi pemerintah.

Menyontek adalah perbuatan buruk yang tidak ada manfaatnya, hanya nilai semata yang didapat. Nilai bagus hasil contekan adalah suatu kemunduran. Dan apakah arti sebuah nilai bila ada suatu pengorbanan perasaan di dalamnya. Ingat, Suatu bangsa akan maju bila unsur-unsur penggeraknya juga maju, dan di dunia ini tidak ada negara maju karena hasil plagiat.

Akses Jadiberita.com lebih mudah dimana saja kapan saja m.jadiberita.com, download Aplikasi JB di Android dan Blackberry






JB Terekomendasi

OMG
cheat 1

5 Gerak-Gerik Mahasiswa Saat Ujian

1. Berkali-kali liat pengawas ujian Mahasiswa yang seperti ini biasanya adalah mahasiswa yang tidak ...
by
13 views

OMG
5761273622_05fde385bb_z

Apa yang Terjadi dalam Setiap Perjalanan Waktu?

Apa yang telah kita pikirkan 1 detik yang lalu? 1 menit yang lalu? 1 hari yang lalu? Atau 1 tahun ya...
26 views

Tampilan di Gambar

Kenyataan Penampilan Makanan Cepat Saji

Pernah nggak udah ngiler sama makanan yang dipajang di iklan-iklan, tapi pas kita sudah beli makanan...
14 views


noid-tumblr_lpwlo84uPS1qadhwdo1_500

Ada Tiga Sifat Matematika

Seribu dari satu orang menganggap bahwa matematika itu nerakanya dunia. Ungkapan itu yang selalu ter...
45 views

OMG
19-job-interview

Wawancara antara Bos dengan Pelamar

Guyon untuk menghilangkan Stress. Wawancara antara BOS (B) dengan PELAMAR (P) B : Kamu sudah punya r...
by
16 views

OMG
foto By ipoel bkl

5 Hal Unik Pada Penjual Durian Di Pinggir Jalan

Ketika musim buah durian tiba, banyak penjual durian yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan. D...
29 views





Switch to our mobile site