Sebentar lagi, Indonesia akan memiliki superhero seperti jagoan-jagoan dalam film-film hollywood. Ikon superhero yang ini akan dikenal dengan nama Garuda.

Sebagai penulis skenario sekaligus sutradara film Garuda Superhero, X-Jo, merasa impiannya bisa terwujud, setelah sekitar sepuluh tahun berjuang menggarap film yang sarat teknologi animasi computer-generated imagery (CGI) ini.

Adapun alasan X-Jo memilih film tema Superhero lantaran idealisme yang bersifat industrialis merupakan paket eksklusif yang dibutuhkan oleh para produser film nasional.

“Meskipun film di dalam negeri sedang mengalami perkembangan yang positif, namun kenyataannya tidak mudah bagi kami untuk mengangkat gagasan film superhero ini untuk bisa diproduksi. Terutama ketika mengacu pada segi pembiayaan, sumber daya manusia, serta teknologinya.┬áTerutama mendobrak kebiasaan industri yang masih memihak pada tema ‘wajib’, yakni drama, horor, dan komedi,” ujar X-Jo, seperti dikutip dari Kapanlagi, Kamis (13/2/2014)

Teknologi CGI didunia film Indonesia memang barang baru. Tapi menurut X-Jo, teknologi tersebut bisa menekan biaya produksi jika membuat film dengan adegan peledakan.

“Misalnya, untuk meledakkan sebuah helikopter, gedung, atau mobil, jika diukur dengan konsep real tentu sangat mahal. Namun jika adegan ledakan tersebut dilakukan melalui tehnik CGI, tentu bisa terjangkau dong! Hanya saja pertayaannya, di dalam negeri ini siapa yang mampu menguasai teknologi CGI itu?,” tegasnya.

Ide X-Jo pun disambut positif sang produser Dhoni Ramadhan dari Putaar Production. Dua tahun membuat naskah akhirnya 12 Februari 2014 mendatang menjadi syuting perdana film Garuda Superhero.

“Yang membuat saya tertarik memproduksi Garuda Superhero ini adalah nuansa menghadirkan bentuk tontonan baru bagi para pecinta film Indonesia, khususnya yang bisa ditonton oleh keluarga. Sebuah film superhero dengan simbol tokoh Garuda. Garuda merupakan lambang negara kita, jadi menurut saya akan sangat dekat dengan masyarakat kita, ketika mendengar nama Garuda,” ucapnya.

Film ini diperankan oleh Rizal Idrus, Slamet Rahardjo, Robby Sugara, Piet Pagau, dan Agus Kuncoro, Kia Putri, Inzalna Balqis, Diaz Ardiawan, serta Alexa Key. (nha)