Mie Des atau bakmi pedas nampaknya sudah tak asing lagi bagi masyarakat di Yogyakarta, khususnya Bantul. Mi yang terbuat dari pati ketela atau tepung tapioka itu sudah berpuluh-puluh tahun diproduksi warga di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dibandingkan mi pada umumnya, Mie Des berukuran lebih besar dan memiliki tekstur kenyal. Mie Des biasanya diolah menjadi menu Mie Des Goreng atau Mie Des Godok.

“Karbohidrat yang dikandung Mie Des juga lebih banyak,” ujar penjual Mie Des, Wardani, seperti dikutip Viva,co,id, Kamis (27/2/2014)

Selain Mie Des, Wardani juga menjual Mie Pentil yang sama-sama terbuat dari tepung tapioka. Setiap harinya, ia menggunakan 80 kilogram tepung tapioka untuk membuat Mie Des dan Mie Pentil.

Bahan utama ini diperoleh Wardani dari lingkungan sekitar yang merupakan sentra penghasil tepung tapioka. Mi buatan Wardani hanya mampu bertahan 24 jam lantaran tidak menggunakan bahan pengawet. Meski demikian, Mie Des dan Mie Pentil produksinya selalu ludes terjual, kecuali saat musim hujan. (nha)