Kerokan adalah cara tradisional bagi orang Indonesia untuk mengobati masuk angin. Banyak orang beranggapan bahwa ketika seseorang masuk angin, maka penyakitnya akan bisa diselesaikan dengan kerokan. Meski kerokan memang bisa mengatasi hal tersebut, namun kerokan justru akan membuat seseorang jadi lebih rentan terkena sakit, apalagi jika dilakukan secara berlebihan.

Dilansir dari Pulsk, Kamis (6/3/2014), bahaya dari kerokan adalah sebagai berikut.

1. Masuknya virus dan bakteri

Saat kita mengerok tubuh kita, pori-pori kulit akan terbuka lebar oleh karena efek gesekan kulit dengan benda tumpul maupun karena panas tubuh yang meningkat. Saat pori-pori kulit kita membesar maka akan angin akan mudah masuk kembali ke tubuh dengan membawa bakteri dan virus dari udara ke dalam tubuh. Dengan kata lain, semakin sering kulit kita dikerok, maka pori-pori kulit kita semakin membesar dan virus dan bakteri akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh.

2. Munculnya kontraksi dini pada wanita hamil

Ketika dikerok, maka pada kulit kita akan terjadi inflamasi. Saat terjadi inflamasi, maka mediator anti-inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut Cytokines, yaitu zat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Zat ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Oleh sebab itu, bagi ibu-ibu yang sedang hamil penyembuhan dengan cara kerokan sangat dilarang karena bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini.

Setelah mengetahui bahaya dari kerokan, diharapkan kerokan bukan menjadi solusi satu-satunya untuk mengobati masuk angin, karena masih ada cara medis lain yang bisa ditempuh. (tom)