Perlu diketahui, penyakit pikun atau demensia banyak dialami oleh pria dan wanita pada usia lanjut. Kepikunan memang kerap tak terelakkan seiring menuanya usia, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Caranya, dengan rajin fitnes atau beraktivitas fisik.

Sebuah studi menunjukkan bahwa IQ yang rendah dan kurangnya latihan kardiovaskular di masa remaja, bisa meningkatkan risiko kepikunan sebelum usia 60 tahun. Studi tersebut juga menemukan ada korelasi yang kuat antara aktivitas kardiovaskular dengan risiko demensia pada usia lanjut, seperti dikutip Wolipop, Rabu (12/3/2014)

Untuk membuktikannya, para peneliti mempelajari data dari 1,1 juta pria Swedia berusia muda. Alhasil, studi tersebut menunjukkan bahwa pria yang kurang olahraga atau fitnes kemungkinannya 2,5 kali lebih besar untuk mengalami kepikunan dini. Kondisi tersebut bisa lebih parah jika orang yang jarang berolahraga tersebut memiliki IQ yang rendah.

Namun para peneliti menegaskan, jarang olahraga dan IQ rendah bukan satu-satunya faktor penyebab demensia di usia paruh baya. Ada berbagai faktor lain yang meningkatkan risiko demensia seperti keturunan, riwayat medis bahkan kondisi sosial-ekonomi.

Untuk mencegah penyakit pikun, maka olahraga sangat disarankan. Dalam hasil penelitian itu ditemukan bahwa aktivitas kardiovaskular bisa dijadikan sebagai bagian dari pengobatan demensia. Aktivitas kardiovaskular bisa berupa aerobik, CrossFit, Treadmill, sepeda statis, kickboxing atau jogging. (nha)