Apakah Anda pernah mendengar istilah parkour? Mungkin istilah ini sedikit asing di telinga kita. Parkour ini berasal dari Prancis, dan ditemukan oleh David Belle. David mulai mempopulerkannya di Prancis pada tahun 1997. Beberapa menganggap parkour adalah salah satu bentuk olahraga yang ekstrim. Konsep yang ada dalam parkour ini adalah melarikan diri dengan cara ekstrim. David Belle, penemunya percaya bahwa pada suatu titik, manusia dapat melampaui batas kemampuan mereka. Seperti ketika seseorang dijekar anjing, ia akan berlari sangat kencang melewati berbagai rintangan agar tidak terkejar. Bahkan ia dapat melompati pagar setinggi 3 meter, yang merupakan hal yang mustahil bila dipikir – pikir kembali. Namun memang kenyataannya demikian. Bahwa manusia dapat melakukan hal – hal yang sepertinya mustahil bila sudah dalam keadaan terdesak.
weburbanist.com
weburbanist.com
Namun ada juga yang menganggap bahwa parkour adalah sebuah seni berpindah tempat. Mengapa dianggap seni? Karena di dalam parkour ini, tidak hanya sekedar berpindah tempat saja. Namun ketika melakukan gerakan, dibutuhkan pula keluwesan gerakan tubuh. Dan gerakan yang dilakukan juga bukan sembarangan gerakan. Namun harus sering latihan dan memiliki rasa percaya diri tinggi dalam melakukan gerakan. Salah – salah, malah bisa menyebabkan cedera. Seperti salah urat, salah otot, dan bahkan patah tulang.
weburbanist.com
Baru – baru ini, olahraga ekstrim parkour sedang menjamur di kalangan anak muda Russia. Gambar di bawah ini menunjukkan seorang anak muda yang meloncat dari sebuah atap gedung tinggi, ke atap gedung lainnya yang lebih rendah. Jarak antara kedua gedung tersebut adalah 6 meter, dengan ketinggian 11 meter dari tanah.
weburbanist.com
Gambar beserta video yang sudah dipublikasikan ini menimbulkan berbagai reaksi dan tanggapan dari publik. Salah satu nya dari pihak penggemar olahraga parkour ini yang memberikan tanggapan positif kepada mereka. Menurut para penggemar parkour, aksi yang dilakukan sangat menakjubkan dan berani. Namun bagi beberapa pihak publik, olahraga ini sangat berbahaya. Yang kemudian disanggah oleh para pelaku aksi berbahaya ini. Para pelaku aksi masih sadar akan resiko yang mereka hadapi. Mereka masih memperhitungkan masalah keselamatan.
Pada dasarnya, parkour mirip seperti seni bela diri. Namun bedanya, bila bela diri adalah ilmu untuk menghadapi musuh dengan melawannya. Kalau parkour adalah ilmu yang mempelajari bagaimana melarikan diri atau menghindari musuh. Video di atas menunjukkan bahwa parkour bukan sekedar olahraga ekstrim saja. Namun juga Sacha Hauser, seorang traceur dari Austria ingin menunjukkan bahwa parkour dapat menjadi seni gerakan tubuh. Aksi yang Sacha lakukan menunjukkan kekuatan dan keindahan gerakan tubuh yang dapat dilakukan oleh seseorang. (weburbanist/jow)