Apa yang di alami seorang wanita bernama Gemma Murphy pada saat berada di dalam rumah sakit membuat dirinya merasa sedih hingga tak bisa menahan air matanya.

Pasalnya, ibu berusia 37 tahun itu tengah menunggu di ruang tunggu Rumah Sakit St. Cross di Rugby untuk menjalani tes darah. Saat tengah menunggu giliran, Gemma menyusui bayi yang dia bawa bersamanya. Namun, perlakuan petugas rumah sakit membuatnya tersinggung.

Seperti dikutip coventrytelegraph.net, Senin (24/3/2014), tiba-tiba pegawai rumah sakit mendatanginya dan menyuruhnya untuk berhenti menyusui. Pegawai itu beralasan kegiatan menyusu yang dilakukan Gemma dapat membuat pasien lain terganggu.

Padahal, tidak ada seorangpun dari 6 wanita yang berada dalam ruang tunggu mengajukan komplain. Akhirnya, Gemma tidak bisa menahan air matanya dan menangis di tempat itu.

“Ini semua membuat saya merasa bahwa saya tak boleh menyusui bayi di rumah sakit, dan hal tersebut merupakan kegiatan salah. Saya sangat kecewa dan sangat marah pada apa yang mereka lakukan.”ujar Gemma.

“Saya sangat berhati-hati saat menyusui. Tidak ada tulisan yang melarang dan saya tidak membuat pemandangan besar. Saya tidak melakukan tindakan yang ilegal, dan tidak seharusnya diperlakukan demikian.” lanjutnya.

Akhirnya, Gemma dan suaminya meninggalkan rumah sakit dengan perasaan haru. Terkait kejadian ini, Gemma pun mengajukan komplain resmi kepada pihak rumah sakit.

Pihak rumah sakit menyatakan mereka mendukung program menyusui dan akan menginvestigasi kasus Gemma. Mereka juga mengatakan bahwa seharusnya Gemma tidak membawa anak saat melakukan tes darah karena dapat mempengaruhi hasilnya.

“Seseorang yang melakukan tes darah sebaiknya tidak melakukan apa-apa saat menunggu jeda waktu untuk tes berikutnya, hal ini akan sulit dicapai saat pasien membawa anak,” ujar kepala bidang operasional rumah sakit. (nha)