Hujan yang turun terus menerus mengguyur ibukota akhir-akhir ini memang sungguh menyita perhatian, selain menyebabkan banjir, hujan juga membuat beberapa orang terkena penyakit musiman seperti diare, flu dan batuk.

Meskipun banjir telah mengepung beberapa titik di ibukota sehingga membuat kegiatan warganya terganggu, tetap saja jangan jadikan hal itu sebagai penghalang JBers untuk terus beraktivitas. Salah satu cara yang bisa JBers lakukan untuk â??melawanâ?? hujan adalah dengan menggunakan jas hujan. Memilih jas hujan juga tidak boleh asal, berikut tips memilih jas hujan yang baik dan aman untuk dikenakan.

1.Pilihlah Model Setelan

Banyak macam jas hujan yang ada dijual di pasaran seperti model poncho, model kembar dan lain sebagainya. Sebaiknya, JBers memilih jas hujan yang berbentuk setelan dimana terdapat jaket dan celana. Meskipun sedikit repot dipakai ketika hujan tiba, jas hujan dengan model seperti ini lebih aman dikenakan karena modelnya yang pas badan sehingga memudahkan mobilitas JBers. Jika JBers pengendara sepeda motor, model setelan jauh lebih aman dibanding model poncho yang berkibar-kibar dan berpotensi masuk dalam jari-jari ban motor dan menyebabkan kecelakaan.

2.Jas Hujan dengan Scothclite

Pernahkah JBers memperhatikan warna mencolok pada jaket polisi dimalam hari? Jaket polisi seolah menyala karena pengaruh dari stiker scotchlite yang memiliki bahan dasar fosfor yang bisa menyala dalam gelap. Jika JBers ingin membeli jas hujan, pastikan scotchlite menjadi elemen penting didalamnya. Jas hujan yang memiliki scotchlite baik untuk digunakan saat perjalanan malam. Cahaya yang dikeluarkan membuat orang sekeliling menjadi waspada dan JBers terhindar dari resiko kecelakaan.

3.Bahan Bermutu

Memilih jas hujan tidak bisa asal murah, JBers juga harus memperhatikan kualitas bahan agar tidak cepat rusak. Ingatlah bahwa jas hujan dengan bahan tebal akan lebih awet dan tahan lama sehingga JBers tidak perlu mengeluarkan uang berkali-kali untuk membeli produk yang sama. (eby)