Bila Anda menganggap Anda bisa dibilang cantik oleh semua orang dengan melakukan operasi plastik, maka Anda keliru, karena ternyata cantik versi ahli bedah dengan orang biasa cukup jauh berbeda.

Dilansir yaledailynews.com, Minggu (13/4/2014), studi terbaru yang dilakukan oleh Universitas Yale menunjukkan bahwa konsep kecantikan bergantung pada mata si pengamat. Menariknya lagi studi ini juga menunjukkan bahwa preferensi para ahli bedah plastik terkait kecantikan berbeda dengan preferensi masyarakat umum.

Hasil survei menunjukkan bahwa para ahli bedah kecantikan memiliki konsep kecantikan yang seragam di mana hal itu ditunjukkan dengan bentuk hidung, dagu dan bibir yang simetris sebagaimana yang teori Golden Ratio dari Leonardo da Vinci. Sementara di sisi lain, variasi dari jawaban masyarakat umum dapat dikelompokkan berdasarkan demografi, jenis kelamin, pekerjaan dan etnisitas.

Menurut John Persing, profesor bedah di Yale School of Medicine, hasil studi yang diterbitkan di Journal of Craniofacial pada Maret 2014 ini menunjukkan pentingnya seorang dokter bedah kecantikan untuk benar-benar memahami keinginan pasien. â??Karena adanya perbedaan konsepsi kecantikan ini maka pasien harus menyatakan dengan jelas tentang perubahan seperti apa yang diinginkan dan jangan hanya bergantung pada apa yang dikatakan dokter mengenai hal-hal yang telah dilakukannya,â? jelas Profesor Persing.

Jadi kesimpulannya, apa yang menurut Anda cantik belum tentu cantik menurut ahli bedah. Seperti disebutkan sebelumnya, jika Anda berniat melakukan operasi plastik agar menjadi cantik, maka Anda harus benar-benar mengatakan dengan jelas seperti apa wajah yang Anda inginkan. (tom)