Bagi penggemar film komedi, nama Warkop DKI jelas sudah tidak asing. Grup lawak legendaris itu sudah memiliki puluhan judul film. Berikut adalah 5 film Warkop terbaik, dilansir dari blog Renn, Selasa (15/4/2014).

1. Dongkrak Antik (1982)

Poster Dongkrak Antik
Poster Dongkrak Antik

Film ini berkisah tentang Dono, Kasino, Indro dan Mat Solar yang masing-masing memiliki masalahnya sendiri, yaitu Dono yang pelupa dan harus bersaing dengan Paulus bosnya dalam mendapatkan cinta seorang karyawti cantik Sri Anunia (Meriam Bellina), Kasino yang hobi berkata-kata kasar, Indro yang gagap serta Mat Solar yang budeg.

2. Mana Bisa Tahan (1990)

Mana Bisa Tahan
Poster Mana Bisa Tahan

Berkisah tentang Dono yang punya dua pacar sekaligus, yaitu Windy (Nurul Arifin) dan Cindy (Sally Marcelina}, sehingga sering sukar mengatur pertemuan dan sering salah paham. Kasino dan Indro iri, hingga ia membuat perpacaran Dono berantakan dengan menjelek-jelekkan Dono di hadapan orangtua kedua gadis tadi.

3. Salah Masuk (1992)

Poster Salah Masuk
Poster Salah Masuk

Dono, Kasino, dan Indro menjadi pelayan di rumah makan milik orangtua Yully (Gitty Srinita), pacar Kasino. Mereka bertiga bukan pelayan biasa, melainkan pelayan khusus untuk menghadapi pemilik rumah makan saingan bernama Pak Soleh (HIM Damsyik) yang suka mengganggu rumah makan ayah Yully (Simon PS).

4. Sudah Pasti Tahan (1991)

Sudah Pasti Tahan
Poster Sudah Pasti Tahan

Berkisah tentang tiga serangkai (Dono, Kasino, Indro) bersama dua gadis cantik, Linda (Sally Marcelina) dan Christin (Nurul Arifin), yang berhasil ditarik dari asrama putri untuk tinggal bersama mereka. Linda adalah pacar Kasino, sementara Christin pacar Indro. Mereka berlima menjadi juri ratu pantai oleh seorang produser. Salah satu calon ratu pantai mencoba merayu Dono, Kasino dan Indro. Linda dan Christin marah dan mengerjai tiga serangkai ini.

5. Bisa Naik Bisa Turun (1991)

Poster Bisa Naik Bisa Turun
Poster Bisa Naik Bisa Turun

Dono, Kasino dan Indro dalam film ini belajar menjadi satpam, yang ternyata dikomandani oleh seorang pasien rumah sakit jiwa. Kemudian mereka bekerja di sebuah perusahaan dengan menyamar jadi wanita, karena perusahaan itu hanya membutuhkan wanita. Semua perjalanan karier tersebut berakhir dengan konyol. (tom)