Setiap daerah di seluruh dunia memiliki budayanya sendiri, termasuk budaya ritual kematian. Berikut adalah 5 ritual kematian atau pemakaman terunik dari seluruh dunia, dilansir dari Merdeka, Rabu (16/4/2014).

1. Pemakaman langit di Mongolia dan Tibet

Pemakaman langit
Pemakaman langit

Para umat Buddha Vajrayana di Mongolia dan Tibet percaya bahwa ketika seseorang meninggal, jiwanya akan bergerak, sementara tubuhnya hanya menjadi sebuah bejana kosong. Untuk mengembalikannya ke bumi, tubuh jasad itu kemudian dipotong-potong dan ditempatkan di sebuah puncak gunung, yang sering didatangi oleh kawanan burung pemakan bangkai.

2. Memumifikasi diri sendiri di Yamagata, Jepang

Memumifikasi diri sendiri
Memumifikasi diri sendiri

Di Yamagata terdapat dua lusin mumi biarawan Jepang yang dikenal dengan sebutan Sokushinbutsu. Sokushinbutsu melakukan sendiri mumifikasi mereka dengan teknik tertentu. Praktik ini pertama kali dirintis oleh seorang kepala biara bernama Kuukai lebih dari 1000 tahun yang lalu di kompleks candi Gunung Koya di prefektur Wakayama. Konon ratusan biksu mencoba praktik mumifikasi tersebut, tetapi hanya sekitar 40 mumi yang berhasil ditemukan hingga kini.

3. Ngaben di Bali

Ngaben
Ngaben

Ngaben atau biasa disebut upacara kremasi, adalah ritual pemakaman yang dilakukan di Bali untuk mengirim roh orang yang meninggal ke kehidupannya yang selanjutnya dengan cara dibakar mayatnya. Tubuh orang yang sudah meninggal akan diperlakukan seolah-olah dia sedang tidur, dan tidak ada air mata yang ditumpahkan selama prosesi berlangsung, karena almarhum hanya dianggap absen untuk sementara waktu dari dunia ini. Menurut kepercayaan umat Hindu, roh orang yang sudah meninggal akan kembali bereinkarnasi atau mencapai Moksa (bebas dari ikatan keduniawian termasuk reinkarnasi dan siklus kematian).

4. Famadihana di Madagaskar

Ritual Famadihana
Ritual Famadihana

Famadihana adalah sebuah tradisi pemakaman yang dilakukan oleh orang Malagasi di Madagaskar. Uniknya, selama upacara pemakaman berlangsung, orang-orang Malagasi menghidupkan musik di sekitar pekuburan dan menari bersama mayat. Tradisi ini didasarkan pada keyakinan orang Malagasi bahwa roh-roh orang mati akhirnya akan bergabung dengan dunia para leluhur, setelah tulang-belulangnya terurai.

5. Sallekhana

Sallekhana
Sallekhana

Sallekhana atau juga disebut Santhara, adalah ritual keagamaan Jaina dharma yang digambarkan sebagai praktik bunuh diri yang dilakukan dengan berpuasa. Sebelum melakukan ritual ini, setiap individu diberikan waktu untuk merenungkan hidupnya. Sumpah sallekhana diambil ketika seseorang merasa bahwa selama hidupnya, dia telah berbuat baik kepada orang lain, tidak memiliki keinginan/ambisi, dan tidak ada tanggung jawab yang tersisa dalam hidupnya. (tom)