Bosan dengan museum yang biasa saja? Maka Anda harus kunjungi Museum Kontrasepsi dan Aborsi yang berada di Wina, Austria.

Dilansir dari situs resmi Museum Kontrasepsi dan Aborsi, Senin (21/4/2014) museum ini didirikan tahun 2003 oleh Christian Fiala yang merupakan seorang pakar medis dan ginekolog. Tujuannya mendirikan museum ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara seksualitas dan kesuburan, serta mendidik generasi muda seputar hal itu.

Suasana di dalam museum
Suasana di dalam museum

Sesuai namanya, museum ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kontrasepsi dan bagian aborsi. Bagian kontrasepsi berisi sejarah metode dan dokumen seputar kontrasepsi. Di sini dijelaskan bahwa rata-rata wanita bisa hamil hingga 15 kali dan melahirkan sampaiĀ 10 kali seumur hidup.

Contoh alat kontrasepsi dalam museum
Contoh alat kontrasepsi dalam museum

Sementara pada bagian aborsi tersimpan alat aborsi yang umurnya berabad-abad yang tak kalah ekstrem. Ada alat aborsi yang terbuat dari jarum rajut, kawat gantungan baju, kateter urine dan masih banyak lagi. Alat-alat tersebur adalah alat aborsi yang dianggap membahayakan untuk rahim dan sang ibu. Untuk membuktikan betapa berbahayanya alat tersebut, di dalam bagian aborsi juga terdapat film tiga dimensi tentang praktik aborsi dengan alat-alat itu.

Beberapa contoh alat aborsi yang ada di dalam museum
Beberapa contoh alat aborsi yang ada di dalam museum

Museum ini buka hari Rabu sampai Minggu pukul 14.00-18.00 Waktu setempat. Tiket masuknya sebesar 5 Euro atau sekitar Rp 78 ribu. Saat ini museum sedang ditutup dan akan kembali dibuka pada 12 Agustus 2014 mendatang. Apakah Anda tertarik mengunjungi museum ini? (tom)