Kebanyakan setelah seseorang meninggal maka jasadnya dimasukkan ke peti atau di balut kain kemudian di kubur. Namun bagi beberapa kalangan, proses penguburan seperti ini tidak diikuti dan memiliki cara lain tersendiri untuk memenuhi proses peleburan jasad. Di sini dipakai kata â??penguburanâ?? untuk mempersingkat kata namun sebenarnya maksud disini adalah menghilangkan jasad yang sudah tidak bernyawa dengan cara-cara unik.

1. Penguburan di Tibet

Penguburan di Tibet
Penguburan di Tibet

Jasad yang sudah tidak bernyawa di hancurkan oleh rogyapa, orang yang memiliki profesi penghancur jasad dan dibiarkan diluar sampai dimakan oleh hewan-hewan karnivora maupun membusuk karena alam. Bagi orang lain, tradisi seperti ini seperti tindakan barbar dan praktek ini dilarang di Cina tahun 1950. Namun tradisi ini sangat beralasan bagi pemeluk Buddha di Tibet. Upacara ini mempresentasikan ajaran Buddha yang sangat sempurna disebut Jhator. Jasad yang sudah tidak bernyawa diberikan kepada burung-burung sebagai makanan. Bagi pemeluk Buddha, tubuh adalah cangkang kosong jika sudah ditinggalkan oleh rohnya.  Selain itu, di Tibet kawasannya dikelilingi puncak bersalju dan tanah terlalu padat untuk digali.  Untuk melakukan proses kremasi yang biasanya di lakukan pemeluk Buddha, tidak bisa dilakukan karena terbatasnya kayu bakar, sehingga cara ini dipilih untuk melakukan â??penguburanâ??.

2. Penguburan Bangsa Viking

Penguburan Bangsa Viking
Penguburan Bangsa Viking

Di film-film yang menceritakan tentang bangsa viking, jika ada yang meninggal maka jasadnya di letakkan di atas perahu kemudian setelah mengambang dibakar sampai habis. Namun proses seperti ini terlalu dramatis dan tidak praktis. Yang kita ketahui bangsa viking adalah pelaut yang pemberani, oleh sebab itu mereka membuat kuburan besar berbentuk sampan dan dikelilingi dengan batu. Barang-barang orang yang meninggal diletakkan di samping jasad. Jika pria yang meninggal maka senjata yang diletakkan di dalam kuburannya dan bila wanita yang meninggal mereka dipakaikan perhiasan dan asesoris cantik.

3. Ngaben bagi pemeluk agama Hindu di Indonesia

Upacara Ngaben
Upacara Ngaben

Bagi masyarakat Hindu percaya bahwa api merupakan kendaraan yang akan membawa ke kehidupan selanjutnya. Jasad sebelumnya dimandikan dan di sandingkan bersama berbagai persembahan atau yang dikenal dengan sebutan banten. Ada pilihan untuk melakukan ngaben atau pembakaran jasad yakni langsung diadakan kremasi atau dikubur terlebih dahulu sampai ada hari baik untuk melakukannya. Sebelum dibakar, jasad dimasukkan ke dalam peti yang sudah dihiasi dan diletakkan di atas tandu yang diarak ke tempat pembakaran. Setelah sampai di tempat pembakaran, jasad dan peti di bakar. Setelah jasad menjadi abu kemudian dibawa ke sungai atau laut terdekat untuk dibuang abu jasadnya.

4. Persembahan Pasca Kematian di Vietnam

Persembahan Pasca Kematian
Persembahan Pasca Kematian

Kebanyakan negara di Asia Tenggara menguburkan jasad orang meninggal dibawah tanah dekat rumah mereka maupun di sawah. Di Vietnam, di nisan orang meninggal mereka meletakkan semacam uang buatan untuk dipersembahkan ke roh yang telah meninggal agar bisa membeli apapun yang mereka ingginkan di kehidupan selanjutnya. Di Kamboja dan Thailand, sebuah rumah roh yang terbuat dari kayu diletakkan di depan rumah. Dalam rumah ini diletakkan makanan dan minuman yang ditinggalkan sewaktu-waktu untuk roh keluarga yang sudah meninggal. Persembahan seperti ini dilakukan untuk memohon agar roh leluhur tetap menjaga rumah dan keluarga yang ditinggalkan.

5. Penguburan di Suku Masai

Suku Masai
Suku Masai

Suku Massai di Afrika Barat merupakan salah satu kelompok nomaden yang menyembah Enkai, yang mewakili bumi dan langit. Kepercayaan seperti ini lebih mendekati budaya primitif. Penguburan yang sebenarnya hanya dilakukan untuk kepala suku yang meninggal. Namun bila orang biasa yang meninggal maka jasadnya hanya dibiarkan begitu saja untuk dimakan predator liar.

6. Penguburan di Pulau Kiribati

Penguburan di Kiribati
Penguburan di Kiribati

Sebuah pulau kecil Kiribati membiarkan jasad di luar rumah dari tiga sampai duabelas hari tergantung status dari orang tersebut di komunitas. Teman dan keluarga membuat semacam puding yang terbuat dari akar tanaman sebagai persembahan. Beberapa bulan kemudian setelah tubuh sudah membusuk dan tinggal tulang. Tulang tersebut kemudian diambil, diminyaki dan di berihkan dan diberikan persembahan tembakau dan makanan. Setelah prosesi itu selesai, tengkorak di simpan di dalam rumah.

7. Penguburan Goa di Hawai

Penguburan di Hawai
Penguburan di Hawai

Di Hawai, proses penguburan tradisional dilakukan di gua dimana jasadnya diposisikan seperti sedang memeluk kaki kemudian diikatkan dengan daun-daun pohon murbei. Terkadang organ-organ di dalam dikeluarkan dan ruangan kosong tersebut diberikan garam untuk mengawetkannya.  Banyak gua-gua di Hawai masih menyimpan tulang-tulang, biasanya di sepanjang pantai Maui.

8. Penguburan di laut

Penguburan di laut
Penguburan di laut

Karena planet kita terdiri dari lautan, maka proses penguburan di laut sudah ada dan merupakan salah satu norma yang dijalankan pelaut sejak zaman dahulu. Berdasarkan hukum internasional, kapten dari kapal apapun tidak memperdulikan besar kapal dan kewarganegaraannya memiliki hak untuk melakukan penguburan resmi di laut. Jasad diletakkan dalam suatu peti dan kain kemudian diberi pemberat berupa batu supaya tidak mengapung. Pada jaman dahulu, pelaut Inggris memerintahkan jahitan kain harus melewati bibir jasad untuk emmastikan bahwa orang yang meninggal sudah benar-benar mati.

9. Penguburan di Luar Angkasa

Penguburan di Luar Angkasa
Penguburan di Luar Angkasa

Pada zaman sekarang, bila seseorang memiliki uang yang banyak dapat diluncurkan ke luar angkasa dengan menumpang satelit swasta komersial bersama kapsul yang menyimpan abu orang yang meninggal dan secara permanen akan mengorbit mengitari bumi.(jow)