tes

Janji-janji Para Cagub DKI, Baca Dulu Sebelum Memilih


JadiBerita: Pesta demokrasi khusus warga DKI Jakarta akan diselenggarakan pada Rabu, 11 Juli 2012. Dalam Pilkada ini, penduduk DKI akan menentukan siapa pemimpin Jakarta dalam 5 tahun ke depan.  Masa kampanye sendiri telah berlangsung dan berakhir pada 7 Juli yang lalu. Dalam kampanyenya, para calon gubernur ini mengungkapkan berbagai program kerja dan janji-janji yang akan mereka lakukan ketika terpilih nanti. Ingin tahu apa saja janji mereka? Jadi Berita merangkum janji-janji keenam pasang cagub DKI sebagai bahan acuan anda sebelum menuju bilik suara tanggal 11 nanti, berikut rangkumannya:

1. Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli

Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli

Fauzi Bowo adalah calon incumbent dalam peta persaingan menuju DKI 1 kali ini. Doktor Ingenieur dari Fachbereich Architektur/Raum Und Umweltplanung-Baungenieurwesen Universitat Kaiserlautern Republik Federasi Jerman ini maju kembali sebagai calon  gubernur menggandeng seseorang yang memiliki latar belakang militer sekaligus seorang ketua Badan Musyawarah (BAMUS) Betawi, Mayor Jenderal (Purnawirawan) Nachrowi Ramli . Dibawah bendera Partai Demokrat, pasangan ini menjanjikan perubahan Jakarta dalam bidang :

  • Mendatangkan ahli dari Belanda dalam rangka meneruskan program penanggulangan banjir
  • Membangun waduk dan normalisasi waduk
  • Pembebasan lahan di kawasan sekitar Banjir Kanal Timur, dan melaksanakan pembebasan lahan pada kali Pesanggrahan, kali Sunter, dan kali Angke untuk mendukung pembangunan fisik yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat,
  • Normalisasi sungai dan saluran drainase lainnya.
  • Membuat penataan waduk, situ dan kolam
  • Revisi Tata ruang, untuk mengatur penggunaan lahan sesuai karakteristik dan fungsinya.

 2.  Hendardji Supandji – Ahmad Riza Satria

Pasangan Independen Hendardji-Riza

Pasangan yang maju lewat jalur independen ini adalah pasangan yang cukup menuai sensasi dalam masa kampanye karena slogan mereka yang dirasa menyindir salah satu kandidat. Keduanya aktif dalam dunia olahraga dan kepemudaan. Hendardji adalah seorang mantan Wakil Ketua Umum KONI Pusat sementara Riza merupakan mantan ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) periode 2002-2005. Dalam kampanyenya, inilah yang mereka janjikan untuk warga Jakarta ketika terpilih nanti:

  • Peremajaan Kota Jakarta
  • Memperluas ruang terbuka hijau (RTH) sebagai daerah resapan air, dengan target mencapai 20% dari luas wilayah Jakarta dalam lima tahun
  • Mensterilkan bantaran sungai, dan menormalisasi fungsi sungai
  • Aktivasi kanal banjir timur dan barat
  • Pembangunan rusunawa dalam rangka relokasi warga di bantaran sungai

3. Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama

Joko Widodo – Basuki

Nama Joko Widodo alias Jokowi tidaklah asing bagi masyarakat DKI Jakarta, ebberapa kali media nasional memberitakan mengenai sepak terjang beliau dalam memimpin Kota Solo selama dua periode. Tidak heran, akhirnya PDI-P selaku partai yang menaunginya mengusung beliau menuju DKI-1 berpasangan dengan seorang anggota DPR dari fraksi Golkar juga dan mantan Bupati Belitung Timur yaitu Basuki Thajaja Purnama yang akrab disapa Ahok. Selama menjabat sebagai Walikota Solo, Jokowi telah melakukan banyak perubahan antara lain mensejahterakan kaki lima dengan melarang dibangunnya supermarket besar didekat pasar. Jokowi juga menggunakan mobil buatan anak bangsa, Esemka sebagai kendaraan dinasnya.  Jokowi dan Ahok membuat program-program dalam kampanyenya, yaitu:

  • Membuat perubahan untuk Jakarta yang semakin semrawut
  • Penataan kaki lima dengan membuat lahan atau Mall khusus pedagang kaki lima
  • Membangun lahan parkir yang lebih luas
  • Menghapus pungutan bagi kaki lima
  • Tidak akan melakukan penggusuran
  • Satpol PP tidak akan dilengkapi senjata pentungan dan tameng
  • Membuat parapet untuk memompa air dari sungai, seperti di Sungai Bengawan Solo.
  • Mengeruk sungai dan membersihkan gorong-gorong yang ada di Jakarta.
  • Penataan perumahan di Jakarta

4.  Hidayat Nur Wahid dan Didik Junaedi Rachbini

Hidayat-Didik

Pasangan yang selalu kompak berbusana batik ini maju dalam persaingan merebut kursi Gubernur DKI Jakarta lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Hidayat adalah mantan Ketua MPR 2004-2009, sementara Didik anggota DPR dari PAN. Selama menjabat menjadi ketua MPR, Hidayat cukup aktif menyuarakan pendapatnya, antara lain menolak pemberian laptop kepada anggota MPR yang satu unitnya seharga 21 juta rupiah. Sementara Didik adalah seorang ekonom yang merupapkan Direktur sekaligus pendiri INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) 1995-2000.  Pasangan ini meiliki program ketika mereka menjabat sebagai pemimpin Jakarta , yaitu:

  • Pembenahan system transportasi dan mengurai kemacetan
  • Fokus penanggulangan banjir di Jakarta.
  • Bekerja sama dengan Pemkot Depok dan Bogor agar tidak membuang air ke jakarta dengan membuat penampungan air sendiri
  • Menambah resapan air di Jkaarta dengan membuat situ baru
  • Melakukan pengerukan sungai seperti Sungai Pesanggrahan dan Kali Angke.
  • Membenahi warga bantaran sungai tanpa melakukan penggusuran
  • Menerapkan sistem banjir kanal barat dan timur, penataan daerah aliran sungai (DAS) dan waterfront city.
  • Membangun sistem penampungan air bawah tanah.

5.  Faisal Basri – Biem Benyamin

Faisal – Biem Berdaya Bareng-Bareng

Pasangan ini berasal dari kalangan non parpol alias independen. Faisal Basri awalnya adalah seorang anggota di Partai Amanat Nasional, namun kemudian ia mundur dari partai tersebut karena perbedaan visi. Pada tahun 2000, Faisal menjadi anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden RI. Pada April 2006 ia diangkat sebagai Ketua Tim Ek sternal Monitoring Inpres No.3 Tahun 2006 oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI.  Wakilnya, Biem Benyamin adalah seorang pengusaha yang memiliki Bens Radio, pada tahun 2003, ia menggagas Kongres Rakyat Betawi (KRB) yang diikuti oleh seluruh ormas Badan Musyawarah Betawi. Sebagai calon independen, Faisal – Biem memiliki program –program terobosan untuk Warga Jakarta yaitu:

  • Mengutamakan penyediaan dan pelayanan transportasi umum yang baik dan operasi kendaraan umum dibuat saling mendukung, bisa mengatasi kemacetan.
  •  Pembenahan operasi kendaraan umum, bisa dimulai dengan mengoptimalkan jalur kereta listrik di lingkar luar Jakarta, sementara lingkar dalam menggunakan busway
  • Pengelolaan air bersih dan sanitasi
  • Memperluas ruang terbuka hijau
  • Efisiensi dan penggunaan APBD yang dapat dipertanggung jawabkan.
  • Berbagi kemakmuran dan menyebarkan pertumbuhan ekonomi ke sekitar Jakarta

6.       Alex Noerdin – Nono Sampono

Tiga Tahun Bisa Bersama Alex-Nono

Dibawah bendera Partai Persatuan Pembangunan, Partai Damai Sejahtera dan Partai Golongan Karya serta 23 partai yang tak mendapat kursi di DPRD DKI Jakarta, Alex Noerdin maju sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia berpasangan dengan seorang Letnan Jenderal Marinir Nono Sampono, S.Pi, M.Si yang merupakan mantan Danpaspampres di era Megawati. Alex Noerdin saat ini masih menjabat sebagai Gubernur di Sumatera Selatan dan pernah mendapat penghargaan dari Markplus Inc. sebagai The Best Regional Leader of The Year pada tahun 2011.  Mengusung slogan ‘Tiga Tahun Bisa’ inilah program yang akan dijalankan oleh mereka ketika terpilih nanti:

  • Menggratiskan biaya kesehatan dan biaya sekolah mulai dari SD sampai SMA
  • Melakukan Reboisasi, konservasi sungai dan optimalisasi waduk di daerah hulu.
  • Membersihkan sungan dari sampah dan limbah serta membuat waduk dan sumur sebagai resapan air
  • Pemeliharaan drainase, revitalisasi bantaran sungai, normalisasi fungsi sungai dengan pengerukan, pemeliharaan pintu air dan pompa pengendali banjir, serta perluasan air bersih dan perpipaan untuk meminimalisasi penggunaan air.
  • Pengembangan kawasan pantai utara Jakarta dengan membangun tanggul raksasa lebih menjorok ke laut dan pembuatan daratan baru.
  • Pemeliharaan banjir kanal barat (BKB) dan Bajir Kanal Timur (BKT)
Tags
Berita diatas adalah kabar yang di kirimkan oleh Febby Annisa, Mau mengirimkan berita anda sendiri? klik disini