Ternyata di dunia yang semakin hari semakin banyak perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga, masih ada yang namanya cinta sejati. Salah satu contohnya adalah dari pasangan muda asal Taiwan berikut ini.

Dayan dan Xiaoyan
Dayan dan Xiaoyan

Dilansir dari Rocketnews24.com, Jumat (25/4/2014), pasangan muda dari Taiwan ini baru saja menikah. Pernikahan mereka tidak diadakan di gereja atau taman bunga romantis, tetapi di sebuah rumah sakit di Taiwan.  Xiaoyan (22 tahun) dan Dayan (24 tahun) adalah sepasang kekasih saat mereka masih SMA. Keduanya berpisah saat akan melanjutkan kuliah, namun kembali bertemu saat usia Xiaoyan tinggal menghitung hari.

Xiaoyan diketahui menderita kanker perut sekitar sebulan yang lalu. Pemeriksaan menemukan bahwa kanker itu telah berkembang pada tingkat stadium empat. Dokter menyatakan bahwa kanker itu sudah menyebar ke usus, tulang panggul dan area lain. Bahkan, tim dokter menyatakan usia Xiaoyan tidak akan lebih dari 2 bulan lagi.

Dayan dan Xiaoyan ketika menikah
Dayan dan Xiaoyan ketika menikah

Xiaoyan terus berjuang agar dia tidak kalah dengan penyakitnya, namun kanker itu terus menggerogoti tubuh gadis cantik ini. Di masa-masa kritis itu, Dayan kembali dalam hidup Xiaoyan. Dengan keteguhan hati yang luar biasa, di kondisi yang tidak menentu dan penuh perjuangan, pria muda itu selalu ada di samping Xiaoyan.

“Maukah kamu menikah denganku?” tanya Dayan dengan wajah serius. Xiaoyan tertawa mendengar pertanyaan itu. Dengan fakta bahwa usianya tidak akan lama, Xiaoyan tidak memikirkan pernikahan sebagai masa depannya. “Tapi aku akan mati, waktuku tinggal dua bulan,” balas Xiaoyan. “Tidak apa-apa, aku akan merawatmu sampai hanya kematian yang memisahkan kita. Aku berjanji akan melakukannya,” balas Dayan.

Dayan dan Xiaoyan bertukar cincin dan mencium pasangannya
Dayan dan Xiaoyan bertukar cincin dan mencium pasangannya

Akhirnya Xiaoyan menerima lamaran itu. Keteguhan dan ketulusan hati Dayan membuat seluruh rumah sakit mendukung pernikahan mereka. Pihak rumah sakit mengizinkan Xiaoyan dan Dayan menikah di sana. Bahkan, para perawat membantu menghias halaman belakang China University Medical Hospital dengan balon-balon merah muda.

Dengan didampingi 12 perawat sebagai pendamping pengantin, dihadiri beberapa keluarga, Xiaoyan dan Dayan menikah. Kesederhanaan pernikahan mereka tidak bisa menutup kebahagiaan mempelai. Tanpa gaun pengantin dan jas mewah, keduanya tampak menawan.  Xiaoyan dan Dayan hanya memakai seragam sekolah, seolah mengenang kembali masa pacaran dahulu.

Xiaoyan mengaku sangat bahagia dan merasa diberkahi dengan kehadiran Dayan di sampingnya. Dayan menjadi salah satu kekuatan Xiaoyan di masa-masa sulitnya, termasuk bagi ibu Xiaoyan. Selamat untuk Xiaoyan dan Dayan, semoga Tuhan memberikan jawaban terbaik untuk ketulusan hati dan cinta kalian berdua. Semoga cinta sejati seperti akan terus ada di muka bumi ini. (tom)