Kalimat yang dijadikan judul di atas pernah dilontarkan oleh seorang siswa SMP ketika saya memberikan materi pengenalan jurnalistik di Kabupaten Indramayu. Spontan saya bertanya pada anak yang melontarkan kalimat tersebut, kenapa ingin jadi wartawan. Dengan sedikit membusungkan dada anak itu menjawab, biar bisa kaya dan bisa bertemu dengan pejabat dan orang terkenal.

wikipedia
Sungguh! Saya tidak ingin tertawa mendengar jawaban anak itu walaupun hati sedikit tergelitik. Jawaban yang lugas dan polos, hanya itu gumam saya.
Pertanyaan saya sekarang, apakah Anda juga memiliki keinginan yang sama dengan anak SMP tersebut? Jika ya, semoga pertanyaan kenapa dari saya tidak serta merta dijawab sama pula.
Dalam tulisan ini saya tidak ingin memaparkan tentang ilmu jurnalistik atau kewartawanan, hanya ingin sharing tentang tiga hal yang harus dimiliki sebelum Anda memutuskan untuk menjadi seorang jurnalis, pun untuk seorang jurnalis warga (citizen journalism) sekalipun.
Tiga hal itu adalah :
Pertama, memiliki nyali untuk mau bertemu dengan orang!
Kenapa hal ini saya tempatkan di urutan pertama, karena menjadi seorang wartawan bukan duduk di depan computer lalu lihat berita ini dan berita itu lalu disadur menjadi sebuah berita baru. Namun Anda harus punya nyali untuk bertemu dengan orang yang kompeten untuk menanyakan suatu hal, dari tukang becak sampai presiden, dari penjahat sampai Ulama.
Jika ingin menanyakan sesuatu (baca : mengkritisi) seorang kepala desa saja Anda merasa takut, bagaimana mungkin Anda menghadapi seorang yang memiliki bunga tanjung di pundak bajunya.
Kedua, Anda harus selalu ingin tahu!
Seorang jurnalis sejati tidak pernah puas dengan informasi yang telah diperolehnya. Ia akan terus menggali dan menggali (dig) informasi kepada semua pihak dan sumber yang dianggap mengetahui sebuah persoalan.
Ketiga, Anda harus kritis!
Pers berfungsi sebagai kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai seorang jurnalis yang notabene insan pers, pemikiran kritis terhadap hal-hal yang terjadi di masyarakat mutlak diperlukan.
Kenapa begini, kenapa begitu adalah pertanyaan yang selalu menari-nari dalam pikiran seorang jurnalis sehingga informasi yang gelap gulita menjadi terang benderang. Jika Anda cepat puas dengan sebuah jawaban sambil bergumam….ooooh. Saya hanya bisa berkata dan membalikan perkataan anak SMP yang tadi saya sebutkan, beneeeer…. pingin jadi wartawan??????
Anda boleh tidak setuju dengan saya atau boleh juga menambahkan hal lain.
Tags Berita ini adalah berita yang di kirimkan oleh aktivis jadiBerita.com, bagikan berita ini ke Timeline Facebook dan Twitter kamu