Saat Galau, Wanita Ini Makan Batu, Kalau Kamu?


avatar
Tomo 444 Berita
Cowok lulusan Sastra Jepang yang menyukai segala hal tentang Jepang seperti bahasa, musik, budaya, dan lain-lain. Semoga pengetahuan yang saya dapat bisa bermanfaat. Amin. 5 Berita terkini Tomo
bandar bola | poker | bandar togel | casino online

metro.co.uk

JadiBerita: Seorang wanita berumur 45 tahun sudah memiliki kebiasaan memakan batu selama 20 tahun dan saat itu sudah mengkonsumsi batu seberat total 1,360kg.

Ibu dua anak ini mengaku kalau memakan batu merupakan makanan yang “nyaman” untuknya. Jika wanita lain, butuh makan cokelat untuk menenangkan pikiran saat galau alias gelisah, wanita ini malah memakan batu. Oh My God!

Namun sejak menikah dengan suaminya Jim tahun lalu, kebiasaannya itu menjadi tambah serius.

“Jim membuat saya sangat bahagia dan saya pun mulai mengurangi makan batu,” katanya. “Namun semua orang memiliki hari yang buruk dan ketika saya mengalaminya, hanya batulah yang dapat membuat saya lebih baik dan terhibur.”

Teresa Widener, nama wanita itu, menyimpan tumpukan batu di lemari khusus yang terletak di dapur rumah mereka di Bedford, Virginia dan biasanya memakan batu itu sambil mengobrol dengan suaminya.

“Saya memilih batu dari bentuk yang saya suka,” katanya. “Saya menyukai aroma tanah yang ada pada batu itu, hingga saya juga menelan tanah yang menempel di batunya.”

Batu kesukaan Teresa adalah batu yang lembut dan rapuh. Namun jika ada batu yang keras, terkadang Teresa menghancurkannya sendiri dengan palu miliknya.

“Saya merasa lebih baik hanya dengan mengetahui kalau ada persediaan batu di rumah,” jelasnya. “Mereka selalu ada untuk menghibur saya saat saya sedang sedih.”

Kelainan Teresa ini dinamakan Pica, yaitu kelainan yang membuat penderitanya memakan sesuatu yang bukan makanan. Hewan-hewan seperti serigala dan kura-kura juga kadang memakan batu untuk membantu pencernaannya, namun kasus ini jarang terlihat pada manusia.(metro.co.uk/rei)

Berikut videonya.

 

 

Tags
Berita ini adalah berita yang di kirimkan oleh aktivis jadiBerita.com, bagikan berita ini ke Timeline Facebook dan Twitter kamu