Bocah berusia 5 tahun yang masih duduk di taman kanak-kanak ini berkeinginan untuk menonton film Spiderman di bioskop. Namun, keinginan ini tidak mendapat ijin dari ibunya, Eva. Lantaran sang ibu beralasan dirinya sibuk mengurus adiknya. Tanpa disangka-sangka, larangan Eva ini menimbulkan dampak besar dalam diri bocah bernama Valentino.

Dilansir Vemale.com, Jumat (2/5/2014), siswa TK Paris School ini sampai nekat bunuh diri. Harus kehilangan putranya dengan cara seperti ini tentu saja membuat ibunya sangat shock. Ternyata, Valentino tidak terima dilarang menonton film Spiderman oleh ibunya. Karena itu, bocah tersebut lantas mengambek dan mengunci kamarnya karena merasa tak disayang lagi. Menurut Kapolsek Penjaringan, AKBP Suyudi Aryo Seto kepada merdeka.com, kejadian ini diakibatkan karena Valentino merasa tidak disayang orangtuanya.

“Korban marah merasa tidak disayang hingga masuk ke dalam kamar mengamuk, selanjutnya korban mengunci kamarnya sendiri. Kemudian oleh ibunya didobrak namun tidak bisa terbuka, lalu orang tua korban turun hendak meminta bantuan ke pihak mekanik apartemen, setibanya di lantai 2 apartemen orangtuanya mendengar orang yang jatuh,” ujar Suyudi.

Apa yang dirasakan Valentino kemungkinan timbul karena kecemburuannya pada saudaranya yang dijadikan alasan dia tidak boleh menonton film. Ungkapan-ungkapan kasih sayang sangat diperlukan oleh anak seusia Valentino, karena anak kecil belum dapat menangkap kasih sayang orangtua yang diberikan padanya tanpa diucapkan.

Setelah mengetahui dia tidak bisa menonton Spiderman Valentino langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintu. Setelah itu Valentino melakukan aksi bunuh dirinya pada pukul 12.00 dengan cara lompat dari jendela apartemennya di lantai 19. Suara dentuman terdengar sangat keras dari lantai 2 apartemen. Seorang penjaga food court, Mus, 39, sangat kaget ketika tiba-tiba ada seorang anak jatuh di hadapannya.

“Saya kaget lagi bersih-bersih tiba-tiba ada bocah jatuh suaranya kenceng banget menyerupai bunyi ledakan bom dan saya panik langsung minta tolong sama orang-orang,” ujar Mus

Eva yang saat itu mengetahui anaknya mengunci pintu kamar turun ke lantai bawah untuk meminta bantuan mekanik. Alangkah kagetnya ketika dia mengetahui anaknya ditemukan di lantai 2 dengan luka di kepala dan kaki. Meskipun kemudian dilarikan ke RS Pluit, nyawa Valentino tidak dapat diselamatkan.

Kisah yang dialami Valentino hendaknya dapat menjadi pelajaran penting bagi para orangtua agar lebih hati-hati dalam mengawasi putra-putrinya. Sebaiknya hindarkan anak-anak dari tempat berbahaya seperti jendela yang terbuka. Selain itu perhatikan tanda pada diri anak, jangan abaikan ungkapan-ungkapan dari anak yang menunjukkan dirinya merasa tidak disayang atau bahkan keinginannya untuk mengakhiri hidup.