Tak sedikit wanita yang merasa percaya diri tampil tanpa dress up dan make up. Tapi jika mengamati fenomena yang terjadi di sekeliling kita tampaknya masih sangat banyak wanita yang mengandalkan dua ritual tersebut untuk dapat tampil percaya diri. Anda sendiri mungkin adalah salah satu dari wanita yang tak pecara diri bila tampil polos.

Dikutip Forbes.com, Selasa (6/5/2014), penulis Sheryl Sandberg dalam bukunya `Lean In: Women, Work, And The Will To Lead` serta Claire Shipman dan Katy Kay melalui buku `The Confidence Code: The Science and Art of Self Assurance รข?? What Women Should Know` memaparkan bagaimana wanita sejak kecil dikonstruksi untuk menggantungkan kepercayaan diri pada busana dan make up.

Dikatakan dalam buku tersebut bahwa kesuksesan bukan hanya ditentukan dari kompetensi tapi juga dari kepercayaan diri. Pada perihal kepercayaan diri inilah, wanita menghadapi problem yang berbeda dengan para pria. Sejak kecil kepala perempuan diisi dengan norma untuk memoles tiap bagian tubuh.

Saat mengalami transisi menuju kedewasaan, penambahan berat badan, pertumbuhan rambut-rambut di beberapa bagian tubuh dan hal-hal alamiah lainnya justru menjadi hal yang kemudian terus dilawan oleh wanita.

Kondisi alamiah tubuh wanita tak diterima oleh dunia. Untuk menghadapi dunia wanita ditekan untuk mengubah penampilannya. Busana dan make up menjadi tameng dari ketidakpercayaan diri wanita atas tubuhnya sendiri.

Di kala menghadapi target karir yang sama dengan syarat kompetensi yang sama, wanita harus lebih bekerja ekstra dalam menampilkan kepercayaan diri melalui sederet ritual kecantikan. Bahkan, kerja keras tersebut dilakukan dengan latar belakang pandangan tak ramah pada tubuhnya sendiri.

Yang lebih disayangkan adalah bahwa busana dan make up tersebut menjadi kunci utama rasa percaya diri banyak wanita. Padahal ada faktor lain seperti kompetensi yang harusnya menjadi landasan kepercayaan diri wanita. (nha)