Menu makanan khas Gunungkidul bernama Bebek Goreng Bola Dunia mulai digemari di kota Jogja. Nama menu ini untuk menyambut piala dunia yang tahun ini akan digelar. Tampilan bebeknya seperti halnya bebek biasa, hanya berbeda dalam penyajian nasinya yang berbentuk bola.

Bebek goreng dengan bumbu khas Gunungkidul ini terasa lebih gurih dibandingkan bebek goreng lainnya. Tampilannya memang lebih gelap, namun dari segi rasa, bumbu yang sudah diramu dan diendapkan bersama bebeknya membuat lidah ini selalu ingin menagih.

Dilansir Liputan6, Kamis (8/5/2014), pemilik Bebek Pak Koes, Koesnanto menjelaskan ramuan yang disiapkan memang berasal dari keluarga. Koes mengakui jika membuat masakan seperti bebek memang cenderung sulit dibandingkan ayam.

Bebek ala Gunungkidul ini menggunakan bebek yang sudah tua. Menurut Koes pemilihan bebek menjadi kunci utama olahan makanan yang dijualnya. Bebek ini menjadi lebih mudah dimakan dan tidak alot. Bahkan bau amis yang biasa melekat di daging bebek cenderung hilang.

Bebek yang dijual diwarung ini terhitung sehat karena kadar kolesterolnya sedikit. Hal ini dikarenakan bebek yang digunakan adalah bebek yang sudah berumur minimal 16 bulan. Koes menyebut bebeknya sangat diminati orang tua maupun anak kecil.

Keistimewaan Bebek Pak Koes Gunungkidul ini juga dari sambalnya. Sambal yang paling dicari disini adalah sambal bawang dan sambal tomat terasi. Sambal bawang disini terasa pedas di mulut namun tidak panas di perut. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya menggunakan minyak panas. Minyak panas ini mempengaruhi citarasa sambal.

Selain menu bebek, Anda juga bisa memilih menu lainnya seperti ayam bakar, lele, Nila dan Gurameh. Harga yang ditawarkan pun cukup murah. Harga yang ditawarkan mulai 5 ribu hingga 22 ribu. Warung ini bisa dikunjungi mulai dari jam 10 pagi sampai 11 malam. (nha)