Dalam kehidupan ini, tidak sedikit orang yang anaknya ternyata bukan anak kandung, melainkan anak adopsi. Salah satu contohnya adalah yang dialami oleh wanita asal Irlandia yang satu ini.

Tumbuh di Irlandia, Aoife Curran tahu bahwa dirinya adalah anak adopsi. Selama 10 tahun kehidupannya ia merasa menjadi anak yang sangat spesial. Hingga pada ulang tahunnya yang ke-13, ia diberitahu bahwa ibu kandungnya dulu berusia 24 tahun saat mengandungnya. Orang tua angkatnya juga mengatakan bahwa sang ibu memiliki saudara kembar dan musik adalah salah satu hobinya. Aoife merasa lega mengetahui itu semua, tetapi ia malah semakin penasaran tentang siapa dirinya dan siapa ibu kandungnya.

Dilansir dari theguardian.com, Jumat (9/5/2014), Aoife yang saat itu berusia 15 tahun diajak pergi ke agensi adopsi oleh orang tua angkatnya. Di sana ia baru tahu bahwa namanya yang sesungguhnya adalah Kathy. Ia pun merasa semakin ingin bisa segera mencari tahu dan menemukan ibu kandungnya. Hanya saja ia harus bersabar menunggu hingga usia 18 tahun, usia seorang anak adopsi sudah sah dan berhak melakukan pencarian atas ibu kandungnya.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu itu tiba, Aoife sudah bisa mulai melakukan pencarian atas siapa ibu kandungnya yang sebenarnya saat ia akhirnya sudah berusia 18 tahun. Ia semakin bersemangat saat tahu bahwa ternyata ibu kandungnya tinggal tak jauh dari tempat tinggalnya. Setelah dihubungi, sang ibu pun ternyata tak sabar ingin bertemu dengan Aofie.

Pertemuan antara Aoife dan ibunya ternyata cukup menyenangkan. Aoife bisa dengan nyaman mengobrol dengan ibu kandung yang belum pernah ia temui selama belasan tahun. Akhirnya Aoife tahu bahwa rupanya ia dan ibunya sering mengunjungi toko yang sama dan pub yang sama pula. Bahkan rupanya mereka pernah menonton pertandingan sepak bola bersama. Meskipun selama ini ia tak pernah bertatap langsung dengan sang ibu, tapi rupanya ia selalu berada dekat dengan ibunya.

Mengapa sang ibu dulu memberikan Aoife kepada orang lain? Rupanya saat sang ibu hamil, tak ada satu orang pun dari keluarganya tahu. Ia merasa malu karena pada tahun 1982 itu wanita hamil yang belum menikah merupakan sebuah aib. Dokter saat itu pun setuju berpura-pura mengatakan bahwa dirinya mengidap kista dan harus dioperasi di rumah sakit, padahal saat itu ia melahirkan Aoife.

Sejak pertemuan itu, Aoife tetap berhubungan dengan sang ibu. Terkadang ia berpapasan dengan sang ibu di pusat perbelanjaan atau di jalan tempat mereka tinggal. Aofie merasa lega karena ternyata selama ia hidup, sang ibu kandung tak pernah jauh darinya. (tom)