Tak selamanya, pertengkaran memiliki dampak baik. Penelitian terbaru justru menunjukkan, jika Anda sering bertengkar dengan oran lain bisa meningkatkan resiko kematian.

Dilansir foxnews.com, Selasa (13/5/2014), awalnya penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rikke Lund ini berangkat dari hasil positif hubungan sosial dalam masyarakat terhadap kesehatan.

Pada tahun 2000-2011, Lund dan timnya melakukan penelitian terhadap 10.000 orang dewasa berusia antara 36-53 tahun, tentang hubungan sosial mereka.

Sekitar 1 dari 10 peserta melaporkan bahwa anak menjadi penyebab mereka bertengkar, kemudian 1 dari setiap 20 peserta menyebutkan bahwa mereka stres dan sisanya lagi melaporkan bahwa penyebab pertengkaran dipicu oleh temannya yang sedang marah.

Selama masa penelitian, 196 wanita dan 226 pria meninggal. Hampir 50% penyebab kematian tersebut adalah kanker, sedangkan sisanya disebabkan oleh penyakit jantung, stroke, liver, kecelakaan, dan bunuh diri.

Para peneliti mengingatkan bahwa 50% penyebab kematian karena seringnya seseorang bertengkar dengan keluarga dan teman. Pria memiliki kecenderungan lebih tinggi terhadap resiko kematian, karena pria biasanya mendapatkan lebih banyak tuntutan daripada wanita.

Selain itu pengangguran juga termasuk faktor yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap stres, dibandingkan mereka yang mengalami stres namun masih punya pekerjaan.

Bukan hanya pertengkaran dengan teman atau keluarga saja, tetangga juga memiliki dampak signifikan terhadap stres. Peneliti menyarankan agar Anda lebih meningkatkan kemampuan berkomunikasi untuk mengurangi terjadinya pertengkaran. (nha)