Saat mata sulit untuk dipejamkan, terkadang Anda tak tahu harus berbuat apa. Apalagi saat semua sudah terlelap sementara Anda sendiri susah untuk tidur dan tak ada teman untuk diajak berkomunikasi.

Terkecuali Anda sedang lembur dan sedang ada tugas yang membuat Anda harus tetap terjaga. Lalu, benarkah kurang tidur dapat menyebabkan emosi tidak stabil?

Banyak yang menjadikan alasan kurang tidur yang menyebabkan emosi tidak stabil dan perasaan ingin marah terus. Menurut dr. Rahajeng Arianggarini, kurang tidur yang berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh terasa lelah dan mood menjadi terganggu, seperti dilansir Vemale.com, Jumat (16/5/2014)

Namun, ketika merasa lelah, Anda akan lebih mudah merasa marah dan emosi jadi naik turun. Selain itu, kepala menjadi pusing dan perubahan mood juga merupakan faktor naik turunnya tingkat emosi Anda.

Hal itu bisa saja dipicu oleh tubuh Anda yang memang kurang istirahat. Kondisi mata dan pikiran terganggu serta emosi tidak stabil. Untuk itu, usahakan Anda memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. (nha)