Ada beberapa orang yang merasa sangat bangga karena sering melakukan lembur, bahkan mereka melakukan itu sebagai sebuah kehormatan. Kenyataannya, jam kerja yang sangat panjang dapat menjadi kontra-produktif dan berbahaya bagi kesehatan Anda.

Dilansir Tabloid Nova, Jumat (16/5/2014), Dr. Innes, seorang profesor Occupational Therapy di Southern Cross University, mengatakan kalau beberapa penelitian menunjukkan orang yang menganggur atau tidak bekerja memiliki kesehatan yang lebih buruk dibandingkan mereka yang bekerja. Meski demikian, terlalu banyak bekerja atau lembur ternyata dapat menimbulkan kecemasan dan tingkat stres yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jika pekerjaan Anda sudah mengambil alih keseluruhan hidup Anda, berarti Anda sedang dalam bahaya besar.

â??Sebuah studi mengenai efek lembur dan produktivitas justru menyatakan, terlalu banyak lembur justru bisa menimbulkan masalah presenteeism. Yakni, di mana Anda ada hadir, tapi produktivitas justru menurun (tidak ada hasil),â? kata Dr. Innes. Lembur biasanya membudaya karena dorongan atasan yang â??senangâ? bawahannya terus berada di meja kerja mereka. Atasan menganggap, dengan terus berada di meja kerja, bawahannya akan bekerja lebih serius. Padahal hal tersebut bukanlah jaminan.

Jika perusahaan menuntut lebih dari apa yang seharusnya, seperti pekerjaan di luar jobdesc dan jam kerja yang melebihi aturan, ada baiknya Anda melakukan negosiasi personal dengan perusahaan. Jika perusahaan tidak bisa diajak bekerja sama, Dr. Innes menyarankan untuk Anda mencari perusahaan yang menerapkan jam kerja yang lebih baik dan membuat kebijakan yang menyejahterakan karyawannya.

Jadi, pilih mana? Bekerja di jam kerja normal atau lembur? Semua tergantung dari diri Anda sendiri. (tom)