Raw foodist atau penganut pola makan serba mentah percaya bahwa gizi makanan paling optimal jika tak dimasak. Menurut mereka, pemanasan akan mengurangi nutrisi dalam makanan. Sementara hampir semua orang suka makanan yang dimasak.

Menurut Sonya Stanley dari Asosiasi Ahli Diet Australia, kandungan nutrisi beberapa jenis sayuran memang sedikit berkurang ketika dimasak. Namun, hal ini tak perlu dicemaskan. Selama asupan sayuran kita cukup, pengolahan sayuran bukanlah masalah.

“Kita harus memakan sayur mentah atau matang setiap hari. Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi lima porsi sayur sehari. Tak perlu hanya memakan sayur mentah, Anda hanya perlu mengombinasikannya,” saran Stanley seperti dilansir dari Detik, Senin (19/5/2014). Seporsi sayuran yang dimaksud adalah setengah cangkir sayuran masak atau secangkir sayuran mentah.

Beberapa sayuran seperti brokoli dan bayam mengandung vitamin C yang bisa hilang saat proses pemasakan. Hal ini juga terjadi ketika kita memasak buah yang mengandung vitamin C, seperti berry merah. Sebaliknya, ada beberapa senyawa yang bisa jauh lebih mudah kita serap dari sayuran matang daripada sayuran mentah. Contohnya adalah lycopene, salah satu karotenoid dalam tomat.

Menurut Stanley, memasak sayuran tidak menghilangkan kandungan seratnya. Selain itu, sayuran juga jadi lebih enak jika dimasak, sehingga kita lebih tertarik menyantapnya. Metode memasak yang paling menjaga rasa, tekstur, dan nutrisi adalah mengukus sebentar. “Mengukus adalah teknik memasak yang baik karena menjaga nutrisi sedikit lebih banyak daripada merebus. Jika Anda merebus dalam waktu lama, air akan meluluhkan nutrisinya,” jelas Stanley. (tom)