Selain rasanya yang manis, khasiat yang terkandung dalam buah naga membuat buah ini kian digemari oleh banyak orang. Bahkan, buah naga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti asma, diabetes, kencing manis, kanker usus, dan kanker.

Berdasarkan fakta tersebut, sejumlah mahasiswa dari Fakultas MIPA UNY yaitu Meta Luwitasari, Elfrida Noviana Dewi, Inawati Mulyani, Ummi Hani, serta Najih Sudrajad membuat yoghurt dari kulit buah naga yang bisa menurunkan obesitas, seperti dilansir Viva.co.id, Selasa (20/5/2014).

Menurut Meta, obesitas atau kelebihan berat badan semakin sering ditemukan pada masyarakat. Banyak faktor yang menjadi penyebab obesitas tersebut, salah satunya ialah ketidakseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang dikeluarkan.

Elfrida menambahkan bahwa kulit buah naga merah mengandung antosianin yang merupakan salah satu agen antioksidan yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol.

Lebih lanjut Inawati mengatakan, cara pembuatan yoghurt kulit buah naga melalui dua tahap utama, yaitu pemasakan dan tahap inkubasi. Tahap awal dilakukan dengan mengumpulkan kulit buah naga dan membersihkannya dari kotoran yang menempel serta sisik kulit buah naga yang berwarna hijau.

Lalu, kulit buah naga dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah dihaluskan. Kemudian, kulit buah naga dihaluskan dengan blender. Pada tahap ini, kulit buah naga yang digunakan sebanyak 500 gram dan dicampur 500 mililiter air mineral.

Selanjutnya, kulit naga yang sudah halus disaring menggunakan kain saring untuk mendapatkan sari kulit buah naga. Setelah itu, sari kulit buah naga dimasukkan ke dalam panci bersama susu cair putih dan dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk agar susu tidak menggumpal.

Terakhir, tambahkan gula pasir hingga mendidih. Proses pendidihan dilakukan hingga mencapai suhu 90 derajat celsius. Tujuannya, untuk menghilangkan kadar air dan melakukan sterilisasi.

Adonan yang telah diangkat, dicampur dengan 27 gram susu bubuk. “Adonan didiamkan sampai dingin untuk selanjutnya memasuki tahap pendinginan,â? ucap Inawati.

Pada tahap pendinginan, adonan yang telah dingin dipindahkan ke dalam toples dan dikultur dengan satu sendok makan yoghurt plain sebagai bibit yoghurt.

Setelah dikultur, adonan diinkubasi menggunakan kotak styrofoam yang ditutup rapat menggunakan plester untuk meminimalkan udara yang masuk dan menjaga suhu dalam kotak inkubasi.

Proses inkubasi dilakukan selama 24 jam untuk hasil maksimal. Apabila proses inkubasi telah selesai, adonan dikeluarkan dan dipindahkan ke dalam kulkas untuk mengawetkan yoghurt. (nha)