Selama ini, Takengon yang merupakan ibukota Kabupaten Aceh Tengah dikenal sebagai penghasil kopi. Salah satu andalannya yakni Kopi Gayo. Bahkan, biji kopinya dipetik langsung dari kebun setempat.

Jager selaku pemiliki kedai Kopi Gayo di Takengon mengatakan ia mengolah sendiri bijinya menjadi kopi, mulai dari penjemuran, pemanggangan, sampai penyajian ke pelanggan.

Dia melanjutkan, biji yang dibeli dari petani diproses dengan cara berbeda, tergantung tujuan pembuatan jenis kopi. â??Sampai kita dapat rasa yang enak, tidak pahit,â? imbuh Jager, seperti dilansir Viva.co.id, Rabu (21/5/2014)

Di kedainya, Jager pun menyediakan berbagai jenis kopi, diantaranya espresso, latte, black coffee, chocolate coffee, dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan cukup murah sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000

Konon, ada riwayat sampai Kopi Gayo bisa terkenal. Para petani di Takengon merapal â??mantraâ? sebelum menanam kopi. Kopi Gayo dari Aceh Tengah memang dulunya disebut Siti Kewe. (nha)