Umumnya, sebuah masjid dibangun dengan menggunakan campuran batu bata, semen dan bahan bangunan lainnya. Namun ada yang berbeda dengan masjid yang berada di Mali, Afrika Barat.

Dikutip Amusing Planet, Kamis (22/5/2014), masjid itu bernama Masjid Djenne, yang merupakan masjid batu lumpur terbesar di dunia. Masjid ini lebih tampak seperti sebuah benteng dibandingkan tempat peribadatan.

Rupanya, lumpur yang digunakan untuk membangun masjid ini tidaklah sembarangan. Sebelumnya, bata lumpur yang dikenal dengan ferey dikeringkan terlebih dahulu menggunakan panas matahari.

Bentuk masjid ini pun menyesuaikan dengan letaknya yang berada di negara beriklim panas. Selain untuk menahan berat masjid, dinding lumpur yang memiliki ketebalan sekitar 40 cm-60 cm juga berfungsi untuk melindungi bagian dalam masjid dari sinar matahari.

Untuk mempercantik penampilannya, dinding Masjid Djenne juga diplester menggunakan lumpur. Sehingga, bila dilihat dari luar, bangunan ini memiliki tampilan halus dengan lekukan-lekukannya yang teratur.

Cara perawatan masjid ini cukup unik dengan mengadakan festival unik yang hampir dirayakan setahun sekali. Semua penduduk Djenne berperan aktif untuk merawat masjid ini.

Masjid ini menjadi destinasi favorit di Afrika Barat. Tak hanya sekedar travelling atau beribadah, sebagian turis juga memanfaatkan kedatangannya untuk memperdalam ilmu agama Islam. (nha)