Dan Price, seorang pria berusia sekitar 50 tahunan lebih memilih untuk hidup dalam kemiskinan. Keputusannya ini diambil setelah Ia membaca sebuah buku.

Buku yang dibacanya adalah buku karya Harlan Hubbard yang berjudul “Payne Hollow”. Buku tersbeut berisikan penolakan modernitas dan juga rumah primitif sang penulis di pinggir Ohio River. Dikutip dari Vemale, (Minggu, 25/5/2014), Dan Price bercerai dengan istrinya dan Ia memutuskan untuk tinggal di sebuah kabin kecil di tengah hutan seorang diri. Price sering berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, pada akhirnya dia “menetap” di “lubang hobbit”.

Hidup Price di lubang bawah tanah yang dibuatnya sangat sederhana, tak ada barang-barang mewah dan kulkas di lubang itu, sehingga Ia tidak pernah mendinginkan makanan. Ia hanya perlu sebuah sendok, garpu, dan pisau untuk menyiapkan makanannya sehari-hari. Tak banyak barang elktronik yang Ia Punya, hidupnya kembali seperti di zaman primitif. Price mencuci pakaian di sungai dekat tempat tinggalnya tanpa mesin cuci.

Dia menghidupi dirinya sendiri dan tanpa memiliki hutang, Ia bekerja, pekerjaan favoritnya adalah tukang kebun pemakaman. Ia menyukainya karena seperti mendapat pencerahan. Bahagia bagi Price bukanlah sesuatu yang harus terlalu besar, Semua dijalani dengan apa adanya dengan hati yang senang. Rasa bersyukur dan berterimakasih menjadi kunci untuk selalu bahagia. Apa kebahagiaan menurut Anda? (dea)