Perhatian! Ada Kota Khusus Wanita di Arab Saudi


avatar
Amanda Deviana 382 Berita
Hospitality student who likes traveling , interested in cullinairy , crazy about ice cream and play tennis in my free time. Open minded , Flexible , Active , Independent describe me well. 5 Berita terkini Amanda Deviana
bandar bola | poker | bandar togel | casino online

dailymail.co.uk

JadiBerita: Arab Saudi merupakan salah satu negara yang masih memegang hukum Syariah Islam yang kental. Oleh karena itu, hak – hak dan kebebasan para wanita nya pun tidak sebebas seperti wanita di negara – negara barat yang umumnya lebih mandiri. Contohnya saja wanita di negara Arab harus patuh terhadap lelaki khususnya suaminya. Para wanita nya juga tidak boleh mengemudi kendaraan sendiri, juga tidak boleh ikut berpartisipasi dalam pemilu lokal, dan sebagainya. Oleh karena itu, salah astu organisasi pendukung Emansipasi Wanita melakukan sebuah gerakan. Hingga akhirnya, Arab Saudi berencana untuk membangun sebuah kota industri khusus wanita.

Walaupun sebenarnya hukum Syariah Islam tidak melarang kaum wanita untuk bekerja, namun faktanya hanya sebesar 15% saja wanita yang bekerja di Arab. Hal ini mendorong Modon (Otoritas Industri Properti Arab Saudi) untuk menciptakan kota industri khusus wanita. Dengan begitu, diharapkan para wanita di Arab Saudi dapat mempunyai kesempatan untuk berkarir juga.

Kota yang akan dijadikan kota industri khusus wanita tersebut bernama Hofuf yang terletak di sebelah timur Arab. Diperkirakan sebanyak 5000 pekerja wanita dapat ditampung dan dipekerjakan di sini. Mereka dapat bekerja di bidang tekstil, industri pangan, dan lainnya.

Tekad Arab Saudi untuk lebih memperhatikan emansipasi wanita pun mulai terlihat dengan adanya pergantian pegawai tahun ini. Beberapa pekerja wanita sudah diperbolehkan bekerja sebagai staf pada toko – toko kosmetik, pakaian dalam, untuk menggantikan pegawai – pegawai pria yang bekerja di tempat tersebut sebelumnya.

Selain itu, Raja Abdullah juga akan memperbolehkan para wanita di Arab untuk ikut menyumbangkan suaranya pada pemilu 2015 nanti. Ditambah lagi, baru pada Olimpiade London 2012 kemarin, ada beberapa atlet perempuan dari Arab Saudi yang bertanding. Meski hal ini sempat menjadi perdebatan antar pejabat pemerintahan, namun, tetap ada beberapa atlet wanita yang bertanding demi namanya sendiri. Hal ini dikarenakan pihak pemerintahan Arab Saudi tidak mau memberi dukungan dan jaminan apa pun pada saat itu. Para atlet tersebut diantaranya adalah Wojdan Shaherkani sebagai atlet bela diri judo dan Tahmina Kohistani sebagai atlet lari jarak 100 meter.(Dailymail/rei)

Wojdan Shaherkani

Tahmina Kohistani

 

Tags
Berita ini adalah berita yang di kirimkan oleh aktivis jadiBerita.com, bagikan berita ini ke Timeline Facebook dan Twitter kamu