Jika ingin mencintai, sepertinya Anda harus rela melakukan pengorbanan untuk orang yang Anda cintai. Bahkan, jika sudah ke tahap yang lebih serius, Anda harus bisa memperoleh restu orang tua si pasangan.

Namun, terkadang Anda justru tak direstui oleh orangtuanya. Inilah yang terjadi pada perempuan asal Pakistan bernama Farzana Parveen. Meski tak direstui oleh orangtuanya, Parveen tetap berusaha untuk bertunangan dan menikah dengan pria yang ia cintai, Mohammad Iqbal.

Mirisnya, Parveen sedang berbadan dua saat nyawanya terenggut oleh ayah dan kakanya sendiri. Saat itu, ayah dan saudaranya sudah menunggu di sebuah gerbang untuk menjemput paksa Parveen dari Iqbal.

Akan tetapi, sang wanita menolak ajakan dari sang ayah dan kakak. Akhirnya, nasib buruk pun harus ia terima yakni ia dilempari dengan batu bata oleh sang ayah dan kakak hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Kejadian ini sontak membuat Iqbal cukup terpukul. Pasalnya, Iqbal jatuh cinta pada Parveen sejak ia kehilangan istrinya yang meninggal dan telah memberinya lima orang anak.

Meski saling mencintai, namun keduanya tak direstui oleh orang tua Parveen. Sadar akan perbuatannya telah salah, ayah Parveen¬†pun¬†menyerahkan diri ke polisi. Namun bagi sang ayah, ini adalah ‘pembunuhan yang terhormat’.

Pembunuhan seperti ini bukan pertama kalinya di Pakistan. Di tahun 2013, sebanyak 869 wanita mati di tangan keluarganya sendiri. Penyebabnya adalah masalah yang serupa, di mana mereka tidak direstui keluarganya untuk menikah dengan pria yang dicintainya.

Wasim Wagha dari Aurat Foundation Pakistan menuturkan, pihaknya masih berusaha mempelajari dan mengatasi masalah ini. Menurutnya, ini adalah kesalahan hukum yang segera diperbaiki agar tak terulang kembali kasus memilukan tersebut. (nha)