Salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi para turis lokal maupun mancanegara adalah Kawah Ijen. Kawah Ijen berlokasi di dua kota Bondowoso dan Banyuwangi.

Gunung yang masih berstatus aktif ini berada di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Uniknya, Kawah Ijen terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa, seperti dilansir Liputan6, Senin (9/6/2014).

Ternyata, kawah di sini mempunyai sifat yang asam dan juga banyak belerang. Jika turis ingin mencapai Ijen, turis bisa mendakinya pada pagi, siang ataupun sore hari.

Meski begitu, seiring dengan meningkatnya intensitas asap belerang, pendaki dilarang untuk menuruni kawah sekitar pukul 14.00 siang. Sekedar informasi, di Kawah Ijen juga ada fenomena Blue Fire yang menurut wikipedia hanya terdapat di dua tempat yakni pegunungan Islandia dan kawah Ijen.

Untuk menuju kawah Ijen, turis dapat menaiki kendaraan pribadi atau sewaan. Pasalnya, tidak ada kendaraan umum untuk ke sana. Semua kendaraan yang mengantar dari Bondowoso maupun Banyuwangi akan berhenti di pos Paltuding.

Dari sini, dengan membayar tiket terlebih dahulu, pendaki diharuskan berjalan di jalan menuju kawah berjarak sekitar 3 kilometer. Bahkan, di pos Paltidung ini terdapat area kemping dimana turis bisa membuka tenda, atau menyewa kamar pemondokan untuk beristirahat.

Jalur menuju Ijen ini terbilang sudah rapi dan bukanlah jalan setapak. Selama perjalanan menuju kawah Ijen, Anda akan disuguhi oleh deretan pegunungan yang sangat indah.

Untuk menuju kawah Ijen, para turis harus turun ke bawah yang lokasinya sangat terjal agar bisa dekat dengan kawah dan melihat blue fire. Di atas kawah Ijen, turis pun akan disuguhi oleh para penambang belerang tradisional berupa hiasan-hiasan dan patung yang terbuat dari belerang seharga Rp 10-15 ribu. (nha)