Kisah ini adalah kejadian nyata yang dialami oleh seorang wanita bernama Rostina. Sejak kecil, Rostina selalu mendengar perilaku negatif dari para tetangganya.

Pasalnya, lingkungan sekitarnya selalu mengatakan kekurangan tentang dirinya. Tanpa disadari, perkataan yang didengar semenjak berumur empat tahun tersebut membuat Rostina kehilangan jati diri.

Lantaran itulah, Rostina terobsesi memiliki tubuh yang langsing. Atas keinginannya itu, Rostina mulai mengkonsumsi teh kurus demi memiliki tubuh yang ideal.

Seiring berjalannya waktu, teh kurus yang dikonsumsi Rostina rupanya tidak berhasil lagi. Ia pun mulai mencoba menggunakan pil. Apabila ia meminum pil ini, setiap makanan yang masuk ke dalam tubuhnya dapat dimuntahkan kembali.

Alhasil, Rostina menderita Anorexia (penyakit yang disebabkan karena ketidakseimbangan mental). Meski begitu, penyakit ini tidak membuat Rostina menghentikan aksi minum pil yang telah dilakukannya selama ini.

Suatu hari, Rostina bertengkar dengan sang ibu. Akibatnya, Rostina dikurung oleh ibunya di dalam kamar. Perlakuan sang ibu rupanya tidak membuatnya kehilangan akal. Rostina menggunakan kain sprei yang diikatkan ke tempat tidurnya. Dan dia pun berhasil lolos.

Konsumsi obat teh kurus yang semakin tinggi, membuatnya harus menerima risiko yakni keluar masuk rumah sakit sejak tahun 1994 hingga 1998. Akibatnya, tubuh Rostina tampak seperti tengkorak.

Dalam kondisi putus asa, Rostina teringat dengan hidupnya yang penuh dengan dosa dan kenikmatan hidup yang telah dijalaninya selama ini. Dia menangis dan ingin segera bertobat atas kesalahan yang telah ia perbuat.

Akhirnya, pada suatu ketika, Rostina diajak sang ibu pergi ke pertemuan ibadah. Di sana, Rostina seolah menyadari kesalahannya. Ia berdoa sambil menangis dengan rasa sesal yang mendalam.

Kini, Rostina pun telah mengalami perubahan dratis dalam dirinya. Ia sudah rajin mulai membaca Alkitab setiap hari. Selain itu, ia telah meninggalkan kebiasaaan merokok dan mengkonsumsi obat-obatan.

“Sungguh-sungguh Tuhan yang beri saya kesempatan untuk hidup lagi menjadi terang di dunia ini. Karena nama-Nya dan pribadi-Nya, itu menyelamatkan hidup saya,” ujar Rostina. (nha)