Setiap orang dalam rumah tangganya pasti mengalami sedikit masalah dan keretakan, dan selanjutnya bagaimana mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut hingga akhirnya muncul keputusan apakah hubungan mereka akan terus berlanjut atau malah berujung pada perceraian. Berikut ada kisah dari seorang pria yang awalnya ingin menceraikan istrinya, namun membatalkan niatnya tersebut di saat-saat akhir. Bagaimana kisahnya? Berikut kisahnya dilansir dari quora.com, Kamis (19/6/2014).

Seorang pria, sekaligus seorang suami, yang tidak diketahui namanya, berniat menceraikan istrinya karena menurutnya sudah tidak ada kecocokan lagi di antara keduanya dan sang suami sudah tidak cinta lagi dengan sang istri. Niat tersebut semakin diperkuat setelah munculnya orang ketiga bernama Jane, yang jauh lebih perhatian dan lembut kepada sang suami. Suatu ketika, sang suami mengungkapkan niatnya untuk menceraikan sang istri saat makan malam. Mendengar niat itu, jelas sang istri cukup marah dan sedih.

Esoknya, sang suami menuliskan surat mengenai harta gono-gini untuk istrinya jika benar nantinya bercerai. Membaca surat tersebut, sang istri langsung merobek surat itu menjadi serpihan kecil, yang mungkin sama dengan keadaan hatinya yang hancur. Malamnya, ketika pulang kerja, sang suami mendapati istrinya sedang menulis sesuatu, namun sang suami tidak ingin tahu apa yang sedang ditulisnya.

Pagi hari setelahnya, sang istri mengatakan pada sang suami kalau dia tak ingin apapun, dan mengutarakan salah satu keinginannya, yaitu ingin hidup layaknya suami-istri pada umumnya selama sebulan sebelum perceraian. Alasannya sangat sederhana, saat itu anak mereka sedang dalam masa ujian sekolah, dan sang istri tidak ingin mengganggu masa ujian anaknya karena pernikahan yang sudah tak bisa dipertahankan ini. Sang suami akhirnya menerima perjanjian ini.

Selain keinginan tersebut, muncul lagi satu keinginan terakhirnya sebelum cerai, yaitu sang istri ingin suaminya mengingat bagaimana sang suami membawa istrinya ke kamar pengantin di hari pernikahan mereka dulu. Dan dalam satu bulan itu sang istri juga ingin setiap hari dibawa dari tempat tidur hingga ke depan rumah mereka.

Esoknya, permintaan itu dilaksanakan. Sang suami merangkul sang istri hingga depan rumah. Sang anak pun terkejut melihat mereka berdua seperti itu. Begitu juga dengan hari-hari setelahnya. Melakukan permintaan istrinya, sang suami sadar kalau ternyata selama ini dirinya tak pernah memperhatikan istrinya, dan menyadari kalau ternyata dirinya masih mencintai istrinya. Lebih parah lagi, ternyata selama ini istrinya terus berjuang melawan kanker yang dideritanya.

Tak ingin bercerai, sang suami lalu membatalkan niatnya menceraikan istrinya dan memberitahukan hal itu kepada Jane, yang sebelumnya telah membuatnya jatuh cinta, kalau dia tak ingin bercerai. Mendengar itu, Jane kemudian menampar sang suami dan pergi meninggalkannya. Setelah itu, dalam perjalanan pulang kerja, sang suami memesan bunga untuk istrinya dengan perasaan bahagia. Namun rasa bahagia itu hilang setelah melihat istrinya terbujur kaku di tempat tidur akibat kankernya, dan hidupnya tak lama lagi. Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk saling menyayangi hingga akhir hidup istrinya. (tom)