Kisah tragis menimpa seorang ABG perempuan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Dirinya telah menjadi budak seks untuk ayah tirinya selama 9 tahun. Bahkan korban juga diperlakukan tak manusiawi agar perkosaan itu tidak ketahuan oleh orang lain. Bagaimana kisahnya? Berikut kisahnya dilansir dari Merdeka, Senin (23/6/2014).

Seorang ABG, sebut saja Bunga, umur 20 tahun, merupakan korban perkosaan dari ayah tirinya yang berinisial ND (58 tahun). Perkosaan itu bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh ND, melainkan sudah berkali-kali sejak tahun 2005, yang artinya korban sudah menjadi korban pemuas nafsu bejat ayah tiri sejak masih duduk di kelas 6 SD. Menurut pengakuan korban, dirinya diperkosa di rumah saat ibunya tidak berada di rumah. Sang pelaku juga membenarkan pernyataan tersebut.

Bunga hanya bisa pasrah ketika dirinya diperkosa oleh ND, karena sang pelaku mengancam akan menceraikan ibunya jika sang korban berani melaporkan kejadian tersebut. Sebelum akhirnya kasus itu terkuak, hubungan mereka (korban, pelaku, dan istri pelaku) selama ini selalu terlihat baik-baik saja. Karena ibu korban masih menganggap tidak ada apa-apa.

“Apalagi, korban tidak pernah menceritakan peristiwa yang dialaminya selama bertahun-tahun itu lantaran takut ibunya diceraikan oleh pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau AKB Karimun Jaya.

Selain takut ibunya diceraikan, Bunga terpaksa melayani nafsu bejat pelaku karena takut kebutuhan keluarganya tak bisa dipenuhi apalagi pelaku merupakan satu-satunya pencari nafkah keluarganya. “Korban dilematis. Menolak diperlakukan seperti itu tapi pelaku mengancam tidak memberikan kebutuhan keluarganya sehari-hari. Makanya, pelaku bebas memperkosa korban kapan saja sejak 9 tahun lalu,” tambah Kasat Reskrim Polres Lubuk Linggau AKB Karimun Jaya. Lebih miris lagi, Bunga mengaku saat diperkosa dirinya dipaksa minum pil KB agar tidak hamil.

Akhirnya kejadian miris yang menimpa Bunga itu terkuak juga. ND tertangkap tangan oleh jajaran Reskrim Polres Lubuk Linggau ketika hendak memperkosa di sebuah kamar kos pada suatu malam. Saat pelaku datang ke Lubuk Linggau untuk meminta ‘jatah’ kepada anaknya, polisi sudah mengintai di sekitar kos korban di Jalan Garuda Hitam Kelurahan Pasar Permiri Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuk Linggau. Pelaku ditangkap, setelah korban bercerita kepada keluarganya yang berprofesi sebagai polisi, bahwa dia menjadi budak seks ayah tirinya.

Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan. (tom)