Tahukah Anda? Paparan ponsel yang kedapatan sinyal lemah bisa membahayakan kesehatan tubuh manusia. Terlebih, jika ponsel ditaruh di saku dada yang berada dekat payudara.

Ternyata, hubungan antara ponsel dengan risiko kanker payudara telah ada sejak beberapa tahun lalu, khususnya radiasi gelombang elektromagnetiknya.

Terkait hal ini, peneliti menilai adanya kemungkinan risiko kanker payudara yang dipengaruhi oleh radiasi ponsel. Devra Davis Ph.D selaku Presiden dan Pendiri Environmental Health Trust, mengatakan bahwa ia pernah mendokumentasikan tujuh kasus perempuan muda yang memiliki tumor kanker di tengah payudara.

Bahkan, semua wanita mengaku bahwa mereka selalu membawa telepon genggamnya di saku dada selama 10 tahun. “Biasanya kanker payudara muncul di pinggir payudara bukan di tengah dada. Maka itu kami beranggapan kalau menaruh ponsel di saku berisiko kanker payudara dan berlaku bagi pria dan wanita,” kata Devra, seperti dikutip Grandparents, Senin (23/6/2014).

Untuk itu, Devra menyarankan agar selalu membawa ponsel Anda dalam tas atau tempat ponsel. Tak hanya itu, Anda sebaiknya membaca peringatan produsen ponsel untuk mengetahui cara aman membawa ponsel.

Anda pun perlu untuk bertanya tentang Specific Absorption Rate (SAR) atau tingkat frekuensi radio (RF) untuk mengetahui penyerapan energi tubuh dari ponsel Anda.

Sebelumnya, Federal Communications Commission (FCC) sudah mengadopsi batas paparan yang aman terhadap energi RF dari ponsel yakni tingkat SAR 1,6 watt per kilogram (1,6 W / kg).

Selain itu, matikan ponsel jika Anda tidak menggunakannya. Pasalnya, pancaran radiasi juga berpotensi risiko kanker. Waspadalah terhadap daerah dengan sinyal lemah. Lantaran ponsel diprogram untuk bekerja lebih keras-memancarkan sinyal ketika kekuatan sinyal lemah. Kini, sebaiknya Anda perlu waspada jika ingin menyimpan ponsel di saku dada. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? (nha)