Pria bernama Bong Jun Cion berkeinginan ingin kaya dalam bermain saham. Untuk itu, ia pun meminjam uang yang tidak sedikit untuk bermain saham setelah menikah.

Lalu, uang itu dia berikan kepada rekannya yang seorang pemain saham. Saat iru, rekannya menjanjikan bahwa kehidupan Bong pasti berubah. Bahkan jika Bong gagal sekalipun, setengah uangnya akan dikembalikan lagi

Namun, kenyataan berbicara lain. Bukannya untung, Bong malah rugi besar-besaran. Bahkan, ia harus meminjam uang kepada kakak perempuannya. Tidak hanya itu, dia pun berusaha menjual rumahnya. “Saya seakan-akan jadi suami yang tidak berguna. Saya telah melakukan kesalahan.” ujar Bong, seperti dilansir Jawaban.com, Senin (23/6/2014).

Bong pun mendatangi orang pintar agar rumahnya cepat laku terjual, supaya bisa membayar hutang. Bong diberikahn sebotol air putih. Air ini harus dia siramkan pada sekeliling rumah sehingga orang yang melihat rumah itu tertarik untuk membeli.

Meski Bong telah melakukan apa yang diperintahkan sang orang pintar, tetap saja rumah belum terjual. Alhasil, cincin pernikahan pun terpaksa digadaikan.

Bukan kebetulan jika suatu hari di tempat kerjanya, dia melihat rekan kerjanya yang kesurupan didoakan oleh rekan yang lain. “Waktu saya melihat orang kesurupan itu didoain “dalam nama Yesus, keluar” itu keluar bener. Terus saya berpikir, “Wah, Yesus itu Dia lebih besar kuasa-Nya ya” saya pikir begitu. Ditambah lagi, sebelum pulang kerja keesokannya, kami diajak berdoa bersama-sama, “di dalam nama Yesus”. Saya ikuti gitu, saya doa, saya memejamkan mata.” paparnya.

Ketika Bong memejamkan mata, saat itu ada cahaya terang yang begitu kuat dia rasakan meresap ke dalam dirinya. “Saya pikir ini cahaya kali, atau mata saya kurang terpejam. Saya lebih memejamkan mata kuat-kuat dan lebih menundukkan diri. Tiba-tiba cahaya itu kembali menyoroti saya dengan kuat sampai pemimpin doa mengucapkan “dalam nama Yesus, amin” saya ikut amin.” Saat itulah cahaya tersebut hilang. ceritanya.

Tetapi, adaperasaan menggebu-gebu untuk mencari tahu siapa itu Yesus. “Saya ingin melihat Dia, saya ingin mencari Dia dimana gitu,” ujarnya.

Di hari yang sama, tepatnya malam, Bong langsung mendatangi rumah kakak perempuannya, dan sang kakakpun menjelaskan betapa nama Yesus berkuasa.

“Begitu sampai di rumah saya langsung sampaikan keputusan saya kepada istri saya. “Saya mau cari tempat ibadah, saya mau mencari Yesus.””

¬†“Yang benar aja? Ga salah denger saya?” tanya sang istri.

¬†Kemudian Bong mulai menjelaskan kejadian tentang rekannya. Sang istri pun menyetujui. Maka mereka pun pergi ke tempat ibadah. “Pada saat kami datang ke tempat ibadah itu, saya tidak bisa lukiskan, itu yang mungkin namanya sukacita kali ya.” urainya.

Rasanya ada kelegaan. Rasa kekuatiran dan ketakutan itu tidak terlintas lagi, rasanya hanya senang dan sukacita gitu. Mungkin masalah belum selesai, tapi kami tidak ada perasaan takut.” tutupnya. (nha)