Apabila Anda sedang singgah ke kota Purbalingga, Jawa Tengah. Jangan lewatkan untuk mengunjungi warung Bu Hadi yang menjual gulai Melung dengan cita rasa enak dan sangat lezat.

Dilansir Kompas, Rabu (25/6/2014), warung Gulai Melung Bu Hadi terletak di Dusun Melung, Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan. Bu Hadi menggunakan gulai berbahan daging kambing versi basah, �nyemek�, atau kering.

Gulai Melung Bu Hadi menyediakan kuah terpisah sehingga pengunjung bisa memilih akan menyantap gulai kering, atau yang gulai setengah basah, atau gulai yang penuh kuah.

Selain daging, terdapat pula balungan atau tulang belulang, jeroan, sumsum, babat, kepala, dan dengkil alias kaki kambing untuk campuran gulai Melung. Meski banyak pilihan, pengunjung lebih memfavorikan dengkil dan balungan. Sebagai teman makan gulai, pengunjung bisa memakai nasi atau lontong.

Rasa gulai Melung Bu Hadi ini sangat khas. Pasalnya, Bu Hadi memasaknya dengan menggunakan tungku berbahan bakar kayu di dapur. Untuk menumbuk bumbunya, Bu Hadi kerap menggunakan lumpang.

Awal proses pembuatan gulai Melung adalah dagingnya dimasak bersama formula bumbu jahe, kunir, lengkuas, serai, ketumbar, merica, bawang merah, dan bawang putih. Lalu, bumbu-bumbu itu ditumis sebelum dimasukkan ke dalam masakan.

Adapun kuah santan yang berasa gurih-gurih manis dan pedas dibumbui dengan kunir, jahe, serai, daun salam, laos, bawang merah, merica, ketumbar, lombok, bawang goreng, dan gula jawa.

Setiap hari Bu Hadi memasak delapan panci kuah santan yang menggunakan 200 butir kelapa. Untuk gulai, ia rata-rata menghabiskan 20 kilogram daging dan 50 kilogram dengkil per hari.

Untuk memasak gulai, Bu Hadi dibantu enam orang, serta 15 orang untuk memotong-motong daging dan dengkil. Bu Hadi menjual gulai Melung seharga Rp 15.000 untuk satu porsinya. Sedangkan, satu porsi gulai dengkil dijual seharga Rp 20.000. Sementara harga per gulai kepala jauh lebih mahal, yaitu Rp 150.000. (nha)