Beberapa waktu ini, yang sedang ramai adalah kasus lagu Ahmad Dhani sebagai dukungan untuk salah satu capres Indonesia, yang berjudul “Indonesia Bangkit”. Lagu tersebut dikatakan menjiplak dari lagu Queen yang berjudul “We Will Rock You”. Salah satu personel Queen, yaitu Brian May, yang menjadi gitaris Queen, kemudian mengkritik Dhani.

“Gaya rambut skinhead Ahmad Dhani di video kampanye itu tanpa seizin kami,” ujar Brian May lewat akun Twitternya @DrBrianMay.

Kicauan Brian May di Twitter terkait izin lagu "We Will Rock You"
Kicauan Brian May di Twitter terkait izin lagu “We Will Rock You”

Penyanyi lagu “Indonesia Bangkit”, Ahmad Dhani sendiri juga mengaku kalau lagu yang diadaptasi menjadi iklan kampanye Pemilu tersebut tidak mendapat izin dari penyanyi aslinya.

“Kebetulan kami memang tidak diberi izin, karena itu video ini tidak dijadikan iklan resmi,” beber Dhani di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, seperti dilansir dari WowKeren, Kamis (26/6). “Jadi perlu saya tegaskan bahwa lagu ini bukan lagu resmi kampanye Prabowo-Hatta karena belum mendapatkan izin (dari Queen).”

Menurut Dhani, tim sukses Prabowo-Hatta sama sekali tidak mengetahui rencana menjadikan video tersebut sebagai iklan resmi. Pemilik nama asli Dhani Ahmad Prasetyo tersebut juga mengungkap kekecewaannya pada pers asing.

“Saya tidak tahu kenapa kadang-kadang pers luar negeri terlalu cepat menyimpulkan, mungkin karena situasinya juga terlalu politis,” ujar sang vokalis grup band The Rock itu. “Dulu saya juga pernah membawakan lagu ‘Mustafa’ dari band Queen. Tetapi lancar-lancar saja.”

Video berdurasi hampir 3 menit yang beredar di situs video YouTube ini mendapat kecaman dari banyak pihak. Bahkan penyanyi Anggun juga merasa malu karena Dhani memakai seragam mirip Nazi dalam video yang diunggah 19 Juni lalu itu.

Terkait diunggahnya video tersebut ke YouTube, Dhani menyatakan tak keberatan bila video promo yang sudah terlanjur diunggah ke YouTube tersebut harus diturunkan atas perintah tim sukses Prabowo-Hatta. “Saya tidak keberatan karena lagunya bukan iklan resmi,” tutup Dhani. (tom)