Kabupaten Sinjai di Sulawesi Selatan selain terkenal akan bangunan masjidnya, ternyata memiliki kuliner, dalam hal ini minuman, yang tak hanya enak namun juga menyehatkan. Nama minuman itu adalah Minas.

Dilansir Kompasiana, Sabtu (28/6/2014), awalnya, minuman beralkohol atau minuman keras alias miras sangat dilarang di Sinjai ini. Sehingga penduduk sana yang kebanyakan adalah nelayan merasa sulit untuk mendapatkan minuman penambah tenaga. Sebagai ganti miras, maka dibuatlah minuman Minas (Minuman Asli Sinjai), yang juga bermanfaat sebagai minuman stamina.

Cara pembuatan Minas sendiri cukup mudah dan praktis. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain tape singkong, susu, telur, air kelapa, madu, tuak tidak terlalu banyak, buah-buahan sebagai perasa alami seperti durian dan buah-buahan lainnya.

Semua bahan dicampur dan dihaluskan secara manual atau bisa menggunakan blender kemudian disimpan di lemari es atau freezer. Setelah itu, minuman Minas siap dikonsumsi. Agar lebih praktis dibawa, minuman Minas ini bisa dimasukkan ke dalam botol plastik.

Meski memiliki kelebihan sebagai minuman penambah tenaga atau minuman stamina, Minas ternyata juga memiliki kelemahan. Minuman khas Sinjai ini tidak bertahan lama, hanya dapat bertahan kurang lebih selama 7 hari atau satu minggu bila disimpan dalam lemari es atau freezer.

Hal itu dikarenakan Minas tidak dapat diawetkan, sehingga minuman ini harus dihabiskan langsung. Karena itu, minuman khas Sinjai ini paling enak dinikmati pada malam hari saat suasana dalam keadaan dingin. Lebih cocok lagi jika meminum minuman ini sambil menyantap ikan bakar. Meskipun demikian, minuman ini tetap enak untuk diminum.

Jika Anda tertarik untuk mencoba minuman stamina ini, Anda bisa mencoba mencarinya di Sinjai, meskipun di masa seperti sekarang ini sudah tergolong jarang dan sulit dicari, apalagi di daerah di luar Sinjai. (tom)