Indonesia memang menghadirkan banyak variasi dalam bidang kulinernya, karena Indonesia sendiri terdiri dari berbagai macam suku bangsa, yang memiliki makanan khasnya masing-masing. Salah satunya adalah provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Minang. Ternyata daerah Minang selain memiliki rendang, sate dan teh taluanya, ada juga kuliner lain yang cukup sayang jika dilewatkan, yaitu Dadiah. Seperti apa Dadiah ini?

Dadiah, atau lengkapnya Ampiang dadiah, adalah dua jenis makanan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Ampiang jika dalam bahasa Indonesia berarti emping beras yang biasanya terbuat dari beras ketan merah, sedangkan dadiah dalam serapan bahasa modern sering diperkenalkan sebagai yoghurtnya orang Minang, karena berasal dari fermentasi susu. Hanya saja susu yang digunakan dalam dadiah ini adalah susu kerbau.

Dilansir dari Merdeka, Minggu (29/6/2014), pengolahan dadiah berasal dari susu kerbau segar yang kemudian dibekukan di dalam bambu yang sudah di potong-potong. Biasanya bambu tersebut berukuran 15-30 centi meter. Bambu tersebut lalu ditutup, biasanya ditutup dengan daun pisang.

Proses fermentasi dadiah sendiri akan mencapai hasil maksimal setelah didiamkan selama 2 malam di dalam tabung bambu. Dadiah masih layak dan sehat untuk dikonsumsi sampai rentang waktu satu minggu sejak mulai difermentasikan.

Dahulunya dadiah merupakan makanan favorit pengganti lauk. Tidak hanya itu saja, dadiah juga kadang dimakan sebagai makanan sampingan. Bentuknya yang mirip agar-agar, selain disantap dengan nasi, biasanya juga disantap bersama potongan cabe muda. Hal ini hampir mirip dengan kebiasaan orang Persia yang memakan susu fermentasi dengan bawang merah dan mentimun.

Berdasarkan keyakinan turun temurun, dadiah dipercaya berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol, memacu kesehatan dan cara kerja jantung, serta makanan yang baik untuk menambah stamina dan daya tahan tubuh. Tidak itu saja, sebagian meyakini bahwa dadiah juga berkhasiat untuk menambah vitalitas dan gairah seksual kaum pria. Hanya saja, jika terlalu banyak dikonsumsi akan menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Jadi, jika Anda pikir hanya luar negeri saja yang memiliki yoghurt, maka pikiran Anda itu terbukti salah, dan jika Anda ingin memakan yoghurt, Anda tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri karena sudah tersedia di negeri sendiri. (tom)

Apa Komentarmu?