Ketika Anda mengalami stres, keadaan sekitar Anda akan terasa menjadi negatif. Pembawaan Anda ingin marah-marah dan rasa depresi akan menghantui benak Anda. Stres bisa menyerang siapapun, bahkan Anda yang sebelumnya tidak mengalami stres bisa tertular stres dari orang lain, karena stres ini bisa menular layaknya penyakit.

Dikutip dari merdeka.com (Kamis, 5/7/2014), dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim psikolog dari Saint Louis University, menyebutkan, walaupun Anda tidak sedang stres, namun Anda berpotensi tertular stres dari orang lain.

Penelitian ini mengambil sampel beberapa orang dan meminta beberapa orang untuk berbicara di depan umum sementara yang lainnya diminta untuk mengamati. Para peneliti kemudian mengamati kadar kortisol dan enzim saliva antara orang yang bebicara dan orang yang sedang mengamati.

Hasilnya adalah peneliti menemukan bahwa respon stres dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. “Walaupun terdengar unik, namun nyatanya respon stres mampu ditularkan melalui nada suara, ekspresi wajah, mimik tubuh, dan bahkan bau badan seseorang,” kata Tony Buchanan yang merupakan ketua dari penelitian ini.

Tony pun menambahkan, jika Anda bertemu dengan orang yang sedang stres di sekitar Anda sebaiknya jangan di dekati. Karena beberapa tak lama kemudian Anda pun akan tertular stres yang mereka alami.

Untuk menghindari diri dari masalah stres, Anda bisa melakukan beberapa kegiatan sederhana seperti beristirahat ketika sudah mulai lelah, minum minuman yang dapat menyegarkan pikiran seperti teh herbal, atau bisa juga dengan tidur sejenak untuk mengistirahatkan pikiran Anda dari segala macam aktifitas. Jangan sampai Anda stres yang terlalu berlebihan karena akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan Anda.

Stres yang berlebihan akan menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan mendatangkan berbagai macam penyakit yang serius.(dea)